Logo Header Antaranews Sumsel

DKPP Sumsel perketat lalu lintas sapi antisipasi penularan PMK

Senin, 20 Januari 2025 15:54 WIB
Image Print
Sentra ternak sapi di Kabupaten Banyuasin, Sumsel. (ANTARA/Yudi Abdullah/25)
Pemberian vaksin tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan jumlah populasi sapi dan kerbau.

Kabupaten dan kota yang memiliki jumlah populasi sapi dan kerbau yang paling banyak, diberikan vaksin dalam jumlah lebih besar dari daerah yang memiliki sedikit populasi hewan ternak tersebut.

"Vaksin tersebut tidak mencakup seluruh populasi sapi dan kerbau yang ada di Sumsel yang mencapai sekitar 300 ribu ekor, untuk itu kami mengharapkan partisipasi pemilik hewan ternak mencegah penularan PMK dengan meningkatkan kebersihan kandang dan menyediakan vaksin secara mandiri," ujar Ruzuan.

Sebelumnya Kepala Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Sumsel, Kostan Manalu menjelaskan bahwa untuk mencegah penyebaran PMK pihaknya menurunkan tim di pelabuhan penyeberangan Tanjung Api-api Banyuasin, Sumsel - Tanjung Kalian, Bangka Belitung.

"Setiap barang yang akan dikirim atau dilalulintaskan antarprovinsi wajib dikarantina seperti hewan ternak, hewan peliharaan, ikan, dan tumbuhan serta produk turunannya harus dilengkapi dokumen atau sertifikat kesehatan karantina," jelasnya.



Pewarta:
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026