
Dokter paparkan proses terapi guna tangani kecanduan judol
Senin, 18 November 2024 20:42 WIB

Dia menjelaskan, pola reward tak terduga menyebabkan gangguan proses produksi dopamin. Saat seseorang mendapatkan pengalaman menyenangkan dari kemenangan, otak menambah reseptor dopamin, sehingga keinginan untuk menang terus-menerus semakin besar.
Tak dipungkiri, ujarnya, di era sekarang gawai memudahkan akses ke informasi apapun. Dengan lekatnya gawai di kehidupan sehari-hari, maka promosi dan bonus yang diberikan dari judol serta pinjaman daring juga semakin mudah masuk ke algoritma media sosial.
Yang berikutnya, kata dia, terkait faktor kesehatan mental, orang dalam kondisi stres, cemas, atau sedih, membutuhkan distraksi untuk lari dari masalah atau menghilangkan waktu kosongnya. Ketika mencari distraksi, katanya, mereka salah memilih sumber dopamin.
Dia menyebutkan, dampak psikologis akibat bermain judi online seperti pikiran yang tidak bisa berhenti, perubahan mood menjadi lebih tidak stabil sehingga mengganggu hubungan dengan orang terdekat, serta kesulitan mengendalikan dorongan.
Judol, katanya, dapat menyebabkan seseorang lebih mudah merasa jengkel, dan marah.
"Ketika seseorang ter-preoccupied atau berpikir terus menerus tentang perjudiannya, pasti sleepnya itu terganggu. Siklus tidurnya menjadi bermasalah. Hormon stresnya menjadi tinggi, kortisol. Kalau kortisolnya naik, pengaruh ke fisik sudah jelas ya. Fungsi-fungsi paru-paru, kemudian fungsi liver, kemudian fungsi jantung, hormonal itu semuanya terganggu," katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dokter paparkan proses terapi guna tangani kecanduan judol
Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
