Logo Header Antaranews Sumsel

BMKG butuh Lidar pantau keakuratan sebaran abu vulkanik di bandara

Sabtu, 9 November 2024 15:38 WIB
Image Print
Petugas menutup mesin pesawat di Bandara Internasional Minangkabau yang terdampak sebaran abu vulkanik di Padang Pariaman, Sumatera Barat. (ANTARA/Muhammad Arif Pribadi)
Padang (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau, Padang Pariaman, Sumatera Barat membutuhkan Light Detection and Ranging (Lidar) sebuah alat yang dapat memantau keakuratan sebaran abu vulkanik di sekitar bandara.

"Ada alat yang disebut Lidar namun kita belum memilikinya. Alat ini bisa berfungsi menangkap aerosol atau partikel debu," kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau, Padang Pariaman Desindra Deddy Kurniawan di Padang, Sabtu.

Penggunaan Lidar dibutuhkan terutama berkaitan dengan aktivitas kebandarudaraan. Apalagi, saat ini Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menaikkan status Gunung Marapi dari level waspada menjadi siaga menyusul letusan secara tidak kontinyu yang terjadi sejak 3 Desember 2023.

Berdasarkan catatan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau Padang Pariaman, sedikitnya sudah ada lima kali penutupan Bandara Internasional Minangkabau (BIM) akibat sebaran abu vulkanik.

Pewarta:
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026