Logo Header Antaranews Sumsel

BMKG butuh Lidar pantau keakuratan sebaran abu vulkanik di bandara

Sabtu, 9 November 2024 15:38 WIB
Image Print
Petugas menutup mesin pesawat di Bandara Internasional Minangkabau yang terdampak sebaran abu vulkanik di Padang Pariaman, Sumatera Barat. (ANTARA/Muhammad Arif Pribadi)
Dia mengatakan selama ini BMKG bersama Kantor Otoritas Bandar Udara, Angkasa Pura II Cabang BIM dan pihak terkait mengandalkan citra satelit Himawari 9 serta paper test untuk mengecek sebaran abu vulkanik di sekitar bandara.

Akan tetapi, katanya, penggunaan citra satelit Himawari 9 dengan metode Red Green Blue tidak bisa selalu efektif terutama ketika terjadi tutupan awan di sekitar kawasan bandara.

Oleh karena itu, pengadaan Lidar dibutuhkan agar pemantauan abu vulkanik lebih akurat.

Dampak buruk apabila abu vulkanik masuk kawasan bandara, yakni dapat menyumbat sistem pemantau kecepatan udara yang merupakan bagian penting ketika terbang dan mendarat, dan selanjutnya dapat mengganggu navigasi serta sistem elektronik lainnya.

Sebaran abu vulkanik juga menyebabkan landasan menjadi licin sehingga membahayakan aktivitas lepas landas maupun saat pesawat akan mendarat.

Selain itu, abu vulkanik bisa merusak fungsi mesin (turbine compressor) pada pesawat sehingga mengurangi efisiensi.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BMKG butuh Lidar pantau keakuratan sebaran abu vulkanik di bandara

Pewarta:
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026