Logo Header Antaranews Sumsel

Rupiah merosot dipengaruhi kenaikan imbal hasil obligasi AS

Rabu, 3 April 2024 10:51 WIB
Image Print
Petugas menunjukkan uang dolar AS dan uang rupiah di salah satu kantor cabang PT. Bank Mandiri Persero Tbk, Jakarta, Selasa (31/1/2023). ANTARA FOTO/Reno Esnir/tom
Jakarta (ANTARA) -
Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS pada Rabu dibuka merosot dipengaruhi oleh kenaikan imbal hasil obligasi Pemerintah Amerika Serikat (AS).

Pada awal perdagangan Rabu pagi, rupiah tergelincir 36 poin atau 0,22 persen menjadi Rp15.933 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.897 per dolar AS.

"Rupiah hari ini diprediksi melemah terhadap dolar AS dipengaruhi oleh tren peningkatan yield obligasi AS 10 tahun," kata analis Bank Woori Saudara Rully Nova kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.

Rully menuturkan imbal hasil obligasi Pemerintah AS meningkat ke 4,30 persen, dan data PMI AS naik menjadi 52,2 dari 47,8 bulan sebelumnya.

Pewarta:
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026