
Peneliti: Terapi gen bantu pengobatan penyakit langka
Jumat, 5 Januari 2024 12:25 WIB

Untuk itu terdapat dua jenis terapi gen yang dilakukannya yakni terapi gen secara umum serta terapi exon skipping guna menangani kasus DMD. Tidak hanya DMD, penyakit lain yang dapat diatasi adalah anemia sel sabit.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Rizka Andalucia mengatakan terapi berbasis gene editing dapat membantu proses pengobatan penyakit yang terkait dengan masalah genetik.
"Terapi gen berbasis sel membawa harapan untuk membantu pengidap anemia akibat gen ini terkait penyembuhan dan peningkatan kualitas hidupnya," katanya.
Melalui terapi gen, lanjut Rizka, tenaga medis dapat mengetahui gen penyebab kelainan tersebut serta memanipulasi dan memodifikasi agar sejumlah penyakit genetik tersebut tidak berproses dan memberikan kesembuhan pada pengidapnya.
Tidak hanya anemia, kata dia, sejumlah penyakit lainnya seperti kanker, kebutaan, dan AIDS, juga dapat diupayakan kesembuhannya melalui terapi berbasis gene editing.
Berdasarkan data yang ia himpun, setidaknya tercatat sebanyak 1.100 jenis terapi berbasis gene editing yang dapat dilakukan. Beberapa diantaranya sudah mendapatkan persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat atau Food and Drug Administration (FDA) yang menjadi patokan Internasional.
Pewarta: Sean Muhamad
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
