
Pemkot Palembang cegah pernikahan dini

Palembang (ANTARA) - Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan berupaya meningkatkan pencegahan pernikahan dini untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk dan permasalahan terkait lainnya.
"Untuk meningkatkan pencegahan pernikahan dini diinstruksikan petugas Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Palembang menggandeng guru melakukan penyuluhan dampak negatif pernikahan dini," kata Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda di Palembang, Jumat.
Untuk mencegah terjadinya pernikahan dini, dia mengharapkan guru bisa mengedukasi siswanya mengenai dampak negatif pernikahan di usia muda bagi kesehatan ibu dan anak serta permasalahan sosial akibat pertumbuhan penduduk yang cepat hasil pernikahan usia muda.
Baca juga: Kabupaten OKU tekan angka pernikahan anak usia dini
Dengan adanya penjelasan dari guru mengenai dampak negatif pernikahan dini, kata dia, siswa dapat memahami dan menjauhkan diri dari pemikiran atau tindakan yang bisa mengarah untuk cepat menikah.
Selain kegiatan tersebut, dalam mengendalikan laju pertumbuhan penduduk, pihaknya gencar melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan kesadaran warga kota setempat untuk mengikuti program Keluarga Berencana (KB).
Untuk meningkatkan kesadaran ber-KB warga "Bumi Sriwijaya" --sebutan untuk Kota Palembang--, katanya, akan terus digalakkan kegiatan yang dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya program KB.
Ia menyebut kesadaran warga Palembang untuk mengikuti program KB cukup tinggi, sehingga kondisi yang baik itu perlu terus ditingkatkan sehingga dapat dicegah terjadi laju pertumbuhan penduduk secara besar-besaran.
Untuk meningkatkan kesadaran warga tentang pentingnya program KB, pihaknya berupaya menggalakkan sosialisasi dan melakukan pelayanan KB secara gratis di kawasan permukiman warga, terutama yang tergolong berpenduduk padat.
Baca juga: WCC Palembang sesalkan promosi jasa penyelenggara pernikahan anak
Baca juga: Pernikahan dini berkontribusi terhadap masalah kekerdilan pada anak
Pewarta: Yudi Abdullah
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
