
DPRD OKU minta Pertamina perketat pengawasan solar di SPBU

Baturaja (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan meminta Pertamina memperketat pengawasan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di SPBU wilayah itu agar tidak terjadi antrean kendaraan.
"Kami perhatikan sejak sepekan terakhir BBM jenis solar bersubsidi sangat langka alias sulit didapat di Kabupaten OKU. Kalaupun ada, pengendara harus rela antre berjam-jam di SPBU untuk membelinya," kata Komisi III DPRD OKU, Densi Hermanto di Baturaja, Rabu.
Menurut dia, permasalahan kelangkaan solar itu akan dapat teratasi jika saja pihak Pertamina melakukan pengawasan secara ketat di tingkat bawah, khususnya di SPBU.
Densi menuding bahwa terjadinya kelangkaan dan antrean kendaraan yang mengular di SPBU beberapa waktu terakhir disebabkan kurangnya pengawasan dari pihak Pertamina Depo Banuayu.
Untuk itu, pihaknya akan menjadwalkan memanggil pihak Pertamina Depo Banuayu dalam agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait kelangkaan BBM Solar tersebut.
"Kami akan segera memanggil pihak Pertamina guna mencari solusi mengatasi masalah kelangkaan solar bersubsidi ini," tegasnya.
Selain itu, pihaknya juga banyak menerima laporan bahwa 70 persen kendaraan yang mengantre Solar di SPBU sejak dini hari sampai menjelang subuh adalah oknum pengecor BBM Solar.
Indikasinya kendaraan pengecor ini membayar uang sebesar Rp20.000 ke petugas SPBU untuk mengikuti antrean minyak subsidi tersebut.
"Kami sudah mengumpulkan sejumlah bukti-bukti adanya permainan antara pihak SPBU dengan pihak pengecor. Pada intinya, minyak bersubsidi itu dikumpulkan dan ditampung untuk nantinya dilempar ke sejumlah perusahaan. Nanti akan kita buka semua dugaan adanya permainan ini," ujarnya.
Pewarta: Edo Purmana
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
