Logo Header Antaranews Sumsel

Bukit Asam akselerasi proyek angkutan batu bara

Kamis, 31 Maret 2022 20:53 WIB
Image Print
Dirut PTBA Asral Ismail (paling kiri) memberikan penjelasan mengenai proyek angkutan batu bara kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (dua dari kiri) di Dermaga Perajen, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (31/3/22). (ANTARA/HO-PTBA)
Besar harapan, sinergi yang kami lakukan ini memberikan manfaat yang besar bagi bangsa dan negara, khususnya Sumatera Selatan

Palembang (ANTARA) - PT Bukit Asam Tbk siap mengakselerasi proyek angkutan batu bara yang merupakan kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero), dan PT PLN (Persero) dalam rangka mendukung ketahanan listrik nasional.

Direktur Utama PT Bukit Asam Asral Ismail saat menerima kunjungan kerja Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Dermaga Perajen, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis, mengatakan proyek jalur kereta api Tanjung Enim - Dermaga Keramasan (Palembang) diharapkan dapat beroperasi pada kuartal IV tahun 2023

“Besar harapan, sinergi yang kami lakukan ini memberikan manfaat yang besar bagi bangsa dan negara, khususnya Sumatera Selatan,” kata Asral.

Ia mengatakan PTBA mengharapkan dukungan Kementerian Perhubungan dan pihak terkait dalam mempercepat proyek tersebut.

“Semoga dengan percepatan realisasi proyek, akan semakin cepat pula manfaatnya diterima oleh negara,” kata Arsal.

Ia menjelaskan, secara end-to-end batu bara dari tambang Bukit Asam di Banko Tengah akan didistribusikan ke Dermaga Perajen dengan kapasitas angkut 20 juta ton/tahun.

“Fasilitas ini nantinya akan dipergunakan untuk mendukung kerja sama sinergi BUMN rantai pasokan batu bara untuk meningkatkan ketahanan kelistrikan nasional. Penandatanganan Head of Agreement telah dilakukan oleh Bukit Asam, KAI, PLN pada 16 Februari lalu,” ujarnya.

Sementara itu, untuk proyek Keramasan, Bukit Asam turut mendukung pengembangan dermaga yang dilaksanakan oleh KAI.

Bukit Asam akan membangun Train Loading Station (TLS) beserta Coal Handling Facility (CHF). Memiliki kapasitas 20 juta ton/tahun, proyek ini mendukung suplai jangka panjang pasokan batu bara Bukit Asam ke PLN.

Sementara, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan Kementerian Perhubungan mendukung komitmen PT Bukit Asam Tbk, PT Kereta Api Indonesia (Persero), dan PT PLN (Persero) dalam percepatan pengembangan proyek angkutan batu bara untuk meningkatkan ketahanan kelistrikan nasional.

“Kami mengapresiasi inisiatif dan sinergi Bukit Asam, KAI, dan PLN yang terjalin untuk memastikan konektivitas transportasi menuju ke kawasan pertambangan menjadi lebih baik dan lebih cepat. Kami selaku regulator akan mendukung sepenuhnya,” ujar Budi.

Lebih lanjut, Budi menambahkan, Bukit Asam, KAI, dan PLN tengah mengembangkan dua proyek angkutan batu bara yaitu proyek jalur kereta api Tanjung Enim - Dermaga Keramasan (Palembang) dan proyek jalur kereta api Tanjung Enim – Dermaga Perajen.

Proyek pertama diharapkan dapat beroperasi pada kuartal IV tahun 2023, sedangkan proyek kedua dapat beroperasi pada tahun 2026.

“Untuk Dermaga Perajen, akan lebih baik pula kalau proyek ini menjadi proyek strategis nasional (PSN), nanti akan kami coba usulkan,” kata dia.



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026