Logo Header Antaranews Sumsel

Pemkab Muara Enim minta PTBA rampungkan pembangunan talud Sungai Enim

Rabu, 8 Juli 2026 21:09 WIB
Image Print
Pemkab Muara Enim menerima audiensi PTBA untuk membahas keberlanjutan pembangunan talud Sungai Enim, Sumsel, Rabu (8/7/2026). ANTARA/HO-Diskominfo Muara Enim

Muara Enim, Sumsel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, meminta pihak PT Bukit Asam (PTBA) merampungkan pembangunan talud Sungai Enim yang sempat tertunda agar manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.

"Pembangunan yang berjalan sejak 2022 ini diharapkan dapat segera diselesaikan akhir 2026 ini," kata Pelaksana Tugas Bupati Muara Enim Sumarni, dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Palembang, Sumsel, Rabu.

Bupati mengapresiasi kontribusi PTBA yang menyentuh seluruh lini mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga penguatan ekonomi melalui Rumah BUMN yang membantu Pemkab Muara Enim di tengah efisiensi dan pemangkasan dana transfer dari pusat.

Terkait proyek penataan di pinggiran Sungai Enim tersebut, Bupati berharap pembangunan yang berjalan sejak 2022 ini dapat segera diselesaikan agar bisa langsung dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

Dia mengemukakan sesuai komitmen bahwa Pemkab Muara Enim menerima pembangunan penataan ini dalam bentuk siap operasional.

Pemkab Muara Enim menginginkan agar kawasan talud tersebut nantinya tidak hanya sekadar indah dipandang mata, tetapi kegunaannya bisa maksimal sebagai ikon daerah yang dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti lintasan lari, sarana olahraga, hingga area bagi pelaku UMKM.

"Kawasan talud Sungai Enim diyakini akan menjadi salah satu wajah baru Kabupaten Muara Enim, yang menghadirkan ruang publik modern, ramah masyarakat, sekaligus menjadi destinasi baru yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan kualitas kawasan perkotaan," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama PTBA Letjen TNI (Purn) Bambang Ismawan menjelaskan bahwa proyek talud ini terbagi dalam dua tahap kontrak.

"Untuk kontrak pertama telah rampung dan kontrak kedua saat ini sedang dalam proses penunjukan ulang kontraktor," ungkapnya.

Dia mengakui keterlambatan penyelesaian proyek sebelumnya dipicu perubahan desain konstruksi yang berdampak pada penyesuaian anggaran.

Namun, seluruh persoalan tersebut kini telah diselesaikan sehingga tidak lagi menjadi hambatan bagi kelanjutan pembangunan.

"Kami memastikan pekerjaan fisik akan segera dimulai kembali dalam waktu dekat dengan target penyelesaian seluruh proyek pada akhir tahun 2026," ujar dia.



Pewarta:
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026