Logo Header Antaranews Sumsel

BPS: Konsumsi rumah tangga di Sumsel tumbuh 5,10 persen

Senin, 7 Februari 2022 16:11 WIB
Image Print
Seorang pedagang sayuran melayani pembeli di pasar tradisional Cinde Palembang, Senin (1/6/15). (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/ed/pd/15)

Palembang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik merilis laju pertumbuhan ekonomi sektor pengeluaran konsumsi rumah tangga di Sumatera Selatan mengalami pertumbuhan 5,10 persen pada triwulan IV tahun 2021 jika dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu.

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Selatan Zulkipli secara virtual, Senin, mengatakan, laju pertumbuhan sudah terasa sejak triwulan II yang mana bergerak dari -4,56 persen menjadi 5,37 persen.

Walau sempat turun pada triwulan III menjadi 2,21 persen namun pada triwulan IV ditutup menjadi 5,10 persen.

Adanya pertumbuhan dari sektor konsumsi rumah tangga ini, tak lepas dari pengaruh mulai membaiknya perekonomian setelah sempat terdampak oleh pandemi COVID-19.

Jika diamati pada tahun 2020 maka, konsumsi rumah tangga terkontraksi cukup dalam karena sebagian masyarakat menahan belanja.

Kontraksi mulai terasa sejak triwulan II 2020 dengan mengalami pertumbuhan minus 5,07 persen, kemudian triwulan III juga terkontraksi 2,77 persen dan triwulan IV minus 3,26 persen. Tren ini sempat berlanjut pada triwulan I 2021 dengan mencatat -4,56 persen. Namun, pada triwulan berikutnya mampu tumbuh positif.

Kondisi ini tak lepas dari fenomena, adanya pengeluaran konsumsi rumah tangga per kapita di triwulan IV 2021 mengalami peningkatan sebesar 53,43 persen dibandingkan triwulan IV 2020.

Begitu juga dengan impor barang-barang konsumsi berupa komoditas yang mengalami peningkatan, seperti sayuran sebesar 227,86 persen, minuman 196,40 persen, kopi, teh dan rempah-rempah sebesar 115,92 persen.

Konsumsi rumah tangga dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) ini berkontribusi hingga 94,92 persen dalam pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumsel pada triwulan IV 2021.

Selebihnya, pembentukan PDRB dari sisi pengeluaran secara year on year disumbang juga oleh pertumbuhan konsumsi LNPRT (unit di luar pemerintah) 4,01 persen, konsumsi pemerintah 1,60 persen, dan ekspor luar negeri 23,10 persen.

Sementara dua sektor lainnya, yakni PMTB (pengeluaran untuk barang modal-investasi) mengalami pertumbuhan minus 6,60 persen dan impor luar negeri 32,85 persen.

“Dua sektor ini negatif karena Sumsel sudah menuntaskan pembangunan PLTU mulut tambang Sumsel 8,” kata dia.

Badan Pusat Statistik merilis pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Selatan terkontraksi 1,66 persen pada triwulan IV 2021 jika dibandingkan triwulan sebelumnya, atau lebih rendah dibandingkan angka nasional 1,06 persen.

Namun, jika dilihat secara year on year (yoy) dengan membandingkan antara triwulan IV tahun 2021 dengan triwulan IV tahun 2020 maka ekonomi Sumsel mengalami pertumbuhan sebesar 5,12 persen. Angka ini lebih tinggi dari angka nasional 5,02 persen.



Pewarta:
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026