Peternak di Kota Palembang perlu waspadai musim pancaroba

id ND palembang,pancaroba palembang,kasus tetelo,virus ND,ayam mati mendadak,zoonosis,anjing palembang,balai veteriner lamp

Peternak di Kota Palembang perlu waspadai musim pancaroba

Ilustrasi - Pekerja memberi pakan ayam petelur di sebuah peternakan di Desa Muntung, Candiroto, Temanggung, Jawa Tengah, Jumat (29/1/2021). (ANTARA FOTO/Anis Efizudin)

Palembang (ANTARA) - Peternak dan pemilik hewan peliharaan di Kota Palembang perlu mewaspadai musim pancaroba saat ini karena kondisi cuaca rentan menurunkan imunitas hewan serta berpotensi memunculkan virus-virus yang dapat menyebabkan kematian

Kasi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DP-KP) Kota Palembang Jafrizal di Palembang, Minggu, mengatakan berbagai hewan seperti kucing, anjing, ayam, burung, entok hingga sapi akan sering mengalami stres saat musim pancaroba.

"Saat ini klinik hewan sedang banyak-banyaknya melayani pasien," ujarnya.

Ternak-ternak maupun hewan peliharaan harus divaksin agar imunitasnya dapat bertahan menghadapi kondisi pancaroba, jika tidak dilakukan maka penyakit pada ternak berpotensi kumat sehingga berpengaruh terhadap produksi ternak, atau dapat menimbulkan zoonosis.

Pihaknya sendiri baru saja menemukan kasus matinya 30 ekor ayam dan itik dalam tempo tiga hari milik peternak di Kawasan Sukabangun II, diduga ternak tersebut mati akibat virus Newcastel Deseas (ND) atau tetelo yang muncul karena faktor pancaroba.

Virus tersebut tidak membahayakan manusia namun berbahaya jika menular antarhewan, dampaknya bisa lebih berbahaya jika peternak kurang memahami virus ND dan tidak cepat melaporkan ke pihak terkait.

"Untungnya pemilik ternak segera melapor dan sampelnya sudah kami kirim ke Balai Veteriner Lampung untuk memastikan virusnya," kata dia menambahkan.

Ia juga mengingatkan para peternak dan pemilik hewan peliharaan agar memperhatikan kesehatan hewan untuk mencegah zoonosis, karena 70 persen kesehatan manusia bergantung pada faktor kesehatan hewan.

 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar