Museum Balaputra Dewa Palembang terima hibah batik langka

id Museum balaputra dewa, hibah masyarakat ke museum, koleksi museum terus ditambah, museum

Museum Balaputra Dewa  Palembang terima hibah batik langka

Museum Negeri Balaputra Dewa Palembang (ANTARA/Yudi Abdullah/21)

Palembang (ANTARA) - Pengelola Museum Negeri Balaputra Dewa Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, menerima hibah batik langka peninggalan almarhumah Masturah yang merupakan istri pahlawan nasional Mayjen TNI (Purn) dr. A.K Gani.

"Batik langka hasil goresan tangan Ibu Soed yang hanya dibuat khusus untuk Presiden Soekarno dan dr. A.K Gani itu pada Februari 2021 ini diserahkan putri pahlawan nasional itu, Priyanti Gani, untuk melengkapi koleksi museum dan agar bisa dilihat banyak orang," kata Kepala Museum Negeri Balaputra Dewa Palembang Chandra Amprayadi di Palembang, Jumat.

Sebelumnya, pada Januari 2021 pihaknya juga menerima hibah alat tenun songket antik berusia ratusan tahun dari seniman tari tradisional setempat Anna Kumari.

Sumbangan batik dan alat tenun songket tersebut memperkaya koleksi museum yang diharapkan dapat menambah daya tarik masyarakat dan wisatawan berkunjung ke tempat itu.

Menurut dia, kepercayaan masyarakat untuk menyerahkan koleksi pribadinya ke museum akhir-akhir ini semakin tinggi, terbukti koleksi museum yang bersumber dari hibah dalam dua tahun terakhir terus bertambah.

Jika ada masyarakat yang memiliki benda bersejarah dan pusaka yang koleksinya tersebut ingin dihibahkan ke museum agar lebih terawat dan bisa dilihat oleh banyak orang, kata dia, disilakan menghubungi petugas Museum Balaputra Dewa di Jalan Srijaya I Nomor 28 Kawasan KM 6,5 Palembang.

Dia menjelaskan Museum Balaputra Dewa menyimpan koleksi, mulai dari zaman prasejarah, zaman Kerajaan Sriwijaya, zaman Kesultanan Palembang, hingga zaman kolonialisme Belanda.

Koleksi museum diupayakan terus bertambah. Dalam tiga tahun terakhir pihaknya telah menambah 2.000 lebih koleksi baru yang diperoleh dari hibah masyarakat dari berbagai daerah di Sumsel, bahkan dari provinsi lain.

Barang yang dihibahkan ke museum, kata dia, akan dipelihara dengan baik dan dipamerkan untuk umum di ruangan khusus koleksi hibah masyarakat.

"Pemilik benda sejarah dan pusaka akan selalu dikenang karena namanya ditulis bersamaan dengan keterangan benda yang dipajang di museum," kata Chandra.
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar