Nelayan Bayung Lencir berburu ikan elang

id ikan hias,ikan elang,tiger firsh,nelayan bayung lencir,muba,musi banyuasin,berburu ikan hias

Nelayan Bayung Lencir berburu ikan elang

Hasil tangkapan ikan hias atau ikan elang (tiger fish). (ANTARA/HO/20)

Kalau shot body atau yang mempunyai badan sempurna biasanya dihargani Rp1 juta perekor. Pemesanan sebagian besar dari Jakarta kemudian diekspor lagi ke Vietnam, saya juga pernah menjual paling mahal Rp 25 juta, ukuran 15 Cm yang paling banyak loreng
Sekayu, Muba (ANTARA) - Nelayan Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan kini banyak berburu ikan hias atau ikan elang (tiger fish) karena spesies yang mendiami Sungai Lalan ini memiliki harga jual yang cukup fantastis.

"Kendati ikan ini bertubuh kecil dan banyak orang tidak mengetahuinya, namun hewan endemik yang mendiami Sungai Lalan ini ternyata memiliki harga jual yang cukup fantastis," kata Opini, salah seorang nelayan di Desa Muara Bahar, Kecamatan Sungai Lilin, Minggu (26/7/2020).

Ikan elang atau biasa dikenal dengan sebutan "tiger fish" ini ternyata menjadi salah satu mata pencarian masyarakat kecamatan tersebut, karena ikan hias ini memiliki harga cukup menggiurkan apabila memiliki bentuk sempurna dan warna yang menyatu.

Dia mengatakan, menangkap ikan elang menurutnya cukup sulit kendati jaring sudah terbentang belum tentu ikan yang diinginkan terperangkap oleh jaring. Ikan elang menurutnya tidak ada musim atau siklus, karena bisa dijumpai kapan saja.

"Susah pak nangkapnya, dalam seminggu ini baru dapat satu. Kalau sudah dapat biasanya jaring yang melekat pada ikan akan di potong, karena ikan tidak boleh cacat,” kata Opini menunjukkan ikan hasil tangkapannya.

Harga jual ikan elang ini untuk ukuran 1 Cm senilai Rp25.000. Kalau ukurannya mencapai 10 Cm Rp250 ribu. “Masyarakat di sini banyak yang nangkap karena harganya yang cukup menjanjikan,”ujarnya.

Rival salah satu pengepul "tiger fish", mengungkapkan ikan elang biasanya dihargai persentimeter, ia biasa membeli dari nelayan ukuran 10 cm dengan harga Rp200 ribu.

“Untuk ukuran standar garis tidak terlalu bagus badan tidak memanjang dihargai Rp200 sampai Rp250 ribu. Kalau shot body atau yang mempunyai badan sempurna biasanya dihargani Rp1 juta perekor. Pemesanan sebagian besar dari Jakarta kemudian diekspor lagi ke Vietnam, saya juga pernah menjual paling mahal Rp 25 juta, ukuran 15 Cm yang paling banyak loreng macan,”ungkapnya.

Sementara itu, Camat Bayung Lencir M Imron, menambahkan Pemerintah Kecamatan Bayung Lencir mendukung penuh nelayan yang berada di Desa Muara Bahar dan Desa Muara Medak dalam rutinitas sehari-hari mencari ikan hias.

“Kami mendukung penangkapan ikan hias tiger fish oleh nelayan di Kecamatan Bayung Lencir. Selain itu, dalam penangkapan ikan saya mengimbau masyarakat tetap menjaga ekosistem lingkungan, jangan karena hanya ingin menangkap ikan mengabaikan lingkungan,” kata Imron.

Selain itu, pihaknya dalam waktu dekat akan memberikan bantuan jaring terhadap nelayan yang berada di Sungai Lalan dalam menunjang penangkapan ikan.

"Kami akan memberikan bantuan jaring terhadap nelayan, jaring yang akan diberikan sesuai dari arahan Dinas Perikanan Muba dalam penangkapan ikan hias,”tutupnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perikanan Muba, Hendra Trys Tomi, terkait penangkapan ikan hias tersebut pihaknya mengimbau nelayan untuk tetap menjaga ekosistem sungai ketika menangkap Ikan hias tersebut. Selain itu penangkapan juga harus disesuaikan, jika masih kecil ada baiknya dilepaskan terlebih dahulu.

“Penangkapan ikan hias tersebut tidak dilarang, kalau Peraturan Menteri LHK P.106 tidak termasuk hewan dilindungi. Ikan hias tersebut memiliki nilai ekonomis atau harganya mahal karena permintaan yang cukup tinggi. Silahkan saja nelayan menangkapnya, namun tetap menjaga ekosistem sungai,”jelasnya.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar