Ponsel pintar Infinix Hot 9 masuk Indonesia

id infinix hot 9,quad camera

Ponsel pintar Infinix Hot 9 masuk Indonesia

Varian warna ponsel Infinix Hot 9 (ANTAR/HO)

Jakarta (ANTARA) - Ponsel pintar Infinix Hot 9 dirilis di Indonesia melalui pemesanan awal di sejumlah e-commerce pada pekan ini.

"Ini merupakan produk pertama yang kami luncurkan ke pasar Indonesia di tahun ini, bukan hanya itu saja dalam peluncuran ini, Indonesia di tunjuk sebagai negara pertama yang resmi meluncurkan smartphone anyar," kata CEO Infinix Smartphone Indonesia, Bruno Li dalam keterangan persnya.

Menyasar pasar anak muda, ponsel pintar asal Hongkong tersebut mengandalkan fitur entertainment dengan harga terjangkau.

"Dengan kebutuhan itu, mereka memiliki masalah akan keterbatasan finansial untuk mendapatkan smartphone dengan spesfikasi yang baik dengan harga yang terjangkau. Di situlah peran Infinix dalam memberikan inovasi terbaik kepada anak muda Indonesia tanpa harus takut akan biaya yang sangat mahal," kata Bruno.

Ponsel memiliki dimensi 6,6 inchi HD dengan kamera depan lubang jarum alias punch-hole yang memberikan kesan lega untuk menikmati fitur hiburan baik menonton video maupun bermain game dengan rasio 20:9.

Ponsel masih mengandalkan prosesor Helio P35 namun dilengkapi dengan RAM 4GB dan ROM 128 GB.

Ponsel dilengkapi triple card slot yang memungkinkan penggunaan dual SIM card dan Micro SD secara bersamaan.

Kapasitas baterai lumayan besar yakni 5.000 mAh. Kamera depan 8 MP dan empat kamera belakang AI dengan triple flash light 16 MP.

Ponsel akan hadir lewat pra- pemesanan di Lazada pada Jumat (27/3) dengan harga Rp1,6 jutaan plus sejumlah bonus.

"Smartphone Infinix Hot 9 ini merupakan salah satu produk terbaik untuk kelas premium mid-end di Indonesia lebih khususnya anak-anak muda yang butuh smartphone dengan spesifikasi mumpuni untuk men-support kegiatan mereka sehari-hari seperti social media, mobile gaming, ataupun hobi streaming video dan fotografi," kata Bruno.

 
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar