KPK selidiki kasus desa fiktif

id kpk-desa,berita sumsel, berita palembang, antara sumsel, antara palembang, antara hari ini, palembang hari ini, jembatan ampera

Wakil Ketua KPK RI La Ode Muh.Sarif saat memberi keterangan kepada sejumlah wartawan terkait dugaan desa fiktif di Kabaupaten Konawe. (ANTARA/ Azis Senong)

Kendari (ANTARA) - Kasus desa fiktif di Kabupaten Konawe, provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kini masuk dalam proses penyelidikan pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia.

Wakil Ketua KPK RI, La Ode Muhammad Sarif menyatakan hal itu saat menghadiri sekaligus memberi pengarahan pada rangkaian penandatangan MoU dan perjanjian kerja sama (PKS) antara Pemprov Sultra dan kabupaten-kota dengan Dirjen Pajak, Bank Sultra dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) di salah satu hotel di Kendari, Rabu.

Menurut La Ode Sarif, kasus desa fiktif di Konawe yang saat ini ramai diperbincangkan di masyarakat bahwa di media cetak, elektronik dan media sosial sudah masuk dalam penyelidikan pihak KPK.

"Kasus desa fiktif di Konawe yang kini ramai diperbincangkan, KPK sudah mengetahui secara detail akar permasalahannya, namun tidak bisa saya jelaskan satu persatu disini," katanya.


Untuk diketahui pihak penyidik Polda Sultra, juga telah melakukan penyelidikan terkait kasus desa fiktif di Konawe yang jumlahnya 56 desa, dan telah memanggil dan memintai keterangan sejumlah kepala desa dan pejabat lain
dari di wilayah Kabupaten Konawe.
 
Wakil Ketua KPK La Ode Muh.Sarif dan Gubernur Sultra Ali Mazi. (foto ANTARA/ Azis Senong)

Bahkan Kapolda Sultra Brigjen Polisi Iriyanto dalam keterangan di media menjelaskan bahwa penanganan kasus desa fiktif itu juga akan meminta pihak KPK untuk pendamping dalam proses penanganannya.

Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa saat berupaya untuk dimintai keterangan terkait dugaan desa fiktif di wilayahnya belum bisa dimintai keterangan dan seakan-akan masih berupaya menghindari saat awak media untuk mempertanyakan masalah itu.
 
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar