TPID Kediri dan Palembang saling berbagi tips tekan inflasi

id tpid kediri ,tekan inflasi kediri ,kota kediri ,pemkot kediri

TPID Kediri dan Palembang saling berbagi tips tekan inflasi

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota Kediri Enny Endarjati saat memaparkan terkait kebijakan TPID Kediri dalam mengendalikan inflasi ke TPID Palembang di Balai Kota Kediri, Jawa Timur, Rabu (14/8/2019). Foto Antara Jatim/ istimewa

Kediri (ANTARA) - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri, Jawa Timur, berbagi tips untuk menekan laju inflasi kepada tim TPID Kota Palembang, Sumatera Selatan,  di Command Center Balai Kota Kediri.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota Kediri Enny Endarjati mengatakan pemerintah berupaya keras menekan inflasi sehingga tetap rendah.

Pada 2015 dan 2016 inflasi di Kota Kediri merupakan yang terendah se-Jawa Bali yakni sebesar 1,71 persen dan 1,3 persen. Sedangkan pada 2018 sebesar 1,97 persen merupakan terendah se-Jawa.

"Untuk  2019 inflasi Kota Kediri pada Mei sebesar 0,05 persen dan ini terendah se-Indonesia. Sedangkan inflasi  Juni sebesar 0,08 persen terendah se-Jawa Timur. Dan Juni inflasi Kota Kediri sebesar 0,44 persen," kata Enny di Kediri, Rabu.

Enny mengatakan terdapat lima kunci sukses keberhasilan TPID Kota Kediri dalam mengendalikan inflasi antara lain ada komitmen yang kuat dari pimpinan beserta jajarannya. Selain itu, menjalankan strategi 4K dengan sungguh-sungguh. 4K ini adalah ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi publik yang efektif.

Selain itu, adanya analisis yang tajam dari BI beserta TPID dalam menghadapi gejolak harga pangan dan nonpangan serta merumuskan kebijakan untuk penanggulangannya. BPS juga selalu dilibatkan untuk mengetahui analisisnya, dan terakhir adalah pemimpin selalu hadir ketika terjadi kesulitan masyarakat hingga TPID yang solid.

Ia menambahkan, untuk implementasi 4K ini ada beberapa upaya pendukung yakni pada komoditas pangan dan komoditas nonpangan. Pada komoditas pangan ada beberapa upaya yakni optimalisasi Pasar Grosir Ngronggo, pengoperasian jembatan brawijaya, pperasi pasar murni (OPM), dan ekspose data inflasi bulanan serta rilis.

Untuk beberapa kebijakan nonkomoditas pangan seperti kebijakan pendidikan, kebijakan transportasi, kebijakan perdagangan, melakukan operasi pasar murni setiap menjelang hari besar keagamaan, membentuk tim ad hoc pada saat kenaikan administered price serta menjaga komunikasi publik yang baik.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Palembang Shinta Raharja mengatakan pihaknya sengaja datang ke Kediri guna mengetahui kiat-kiat Kota Kediri sehingga bisa mengendalikan inflasi hingga sangat rendah. Bahkan telah memperoleh TPID terbaik tiga kali berturut-turut.

"Kami rasa untuk belajar mengenai pengendalian inflasi Kota Kediri adalah kota yang tepat. Karena memang kota ini inflasinya rendah bahkan mendapat penghargaan di tingkat nasional," kata Shinta yang juga pemimpin rombongan ini.

Shinta juga menambahkan bila di Pemerintah Kota Palembang membuat kebijakan menggratiskan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang besarannya di bawah Rp300 ribu.

 Ia mempersilakan jika Pemkot Kediri ingin berkunjung ke Palembang.

Kegiatan itu berlangsung di Command Center Balai Kota Kediri. Hadir dalam kegiatan ini anggota TPID Kota Kediri, Kepala BPS Kota Kediri Agus Puji Raharjo, dan sejumlah pejabat lainnya. Setelah tukar pendapat selesai, dilanjutkan dengan pemberian kenang-kenangan oleh Pemkot Palembang ke Kediri.

TPID Kediri juga sering menjadi rujukan bagi daerah lain dalam berbagi tips untuk mengendalikan inflasi. Sebelumnya TPID Kabupaten Magelang juga pernah ke Kediri dengan tujuan sama, ingin sharing terkait pengendalian inflasi dan sejumlah daerah lainnya. 
Pewarta :
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar