Thomas tegaskan Neymar ingin tinggalkan PSG

id thomas tuchel,neymar,paris saint germain,barcelona,berita sumsel, berita palembang, antara sumsel, antara palembang, antara hari ini, palembang hari i

Penyerang Paris Saint-Germain, Neymar (tengah), meninggalkan lapangan usai ditarik keluar oleh pelatih Thomas Tuchel (kanan) di tengah laga lanjutan Liga Prancis melawan Angers di Stadion Raymond-Kopa, Angers, Prancis, Sabtu (11/5/2019). (ANTARA/REUTERS/Stephane Mahe)

Jakarta (ANTARA) - Manajer Paris Saint-Germain (PSG) mengonfirmasikan dan menegaskan bahwa Neymar ingin tinggalkan kllub itu "sebelum Copa America".

Pemain bintang asal Brasil itu santer diberitakan bakal kembali ke Barcelona pada musim panas ini, sebagaimana dikutip dari laman football espana.

Mantan pemain depan Santos itu meninggalkan Camp Nou pada musim panas 2017, dengan catatan transfer kelas dunia sebesar 222 juta euro, hanya saja kini ia membuka peluang hengkang dari PSG.

Baca juga: Paris Saint-Germain ungkap fakta Barca belum tawar Neymar

"Saya tahu bahwa Neymar ingin hengkang sebelum Copa America," kata Tuchel kepada para wartawan sebagaimana dikutip dari laman Marca.

"Saya senantiasa kecewa jika seorang pemain datang terlambat (latihan), meski kami sekarang bekerja bersama dengan para pemain. Saya tidak tahu apa yang sesungguhnya terjadi. Ia pemain saya, dan jika ia berada di ruang ganti maka ia pemain saya."

"Tentu saja, saya akan bekerja bersama dengan dia. Saya harus beradaptasi dengan segala situasi, dan saya harus fleksibel."

Baca juga: Neymar Jr: Gilas PSG 6-1 adalah momen favorit dalam karier saya

"Akankah kami pergi dala tur pramusim ke China? Saya kira demikian. Neymar baru kembali pada hari Senin. Ia perlu istirahat seperti para pemain lainnya, baru kemudian menjalani serangkaian tes. Para pemain siap tampil, dan Neymar siap berlatih kembali," kata Tuchel.

Baca juga: Neymar ngotot ingin balik ke Barca
Baca juga: PSG tak akan menjual Neymar ke Barcelona berapa pun harganya
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar