Kadishub sebut pemudik Sumsel cenderung terbagi-bagi

id mudik 209,arus mudik di sumsel,pemudik sumsel terbagi-bagi,arus balik 2019,jalan tol trans sumatera

Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Selatan, Nelson Firdaus, Jumat (14/6) (Antara News Sumsel/Aziz Munajar/19)

Palembang (ANTARA) - Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Selatan Nelson Firdaus menyebut arus pemudik di wilayahnya terbagi-bagi berkat keberimbangan insfrastruktur yang sudah selesai dibangun.

"Pada moda transportasi udara nampak ada penurunan, tapi tidak semerta-merta tersentimen negatif. Para pemudik di Sumsel tahun ini cenderung terbagi-bagi ke moda transportasi darat dan laut atau sungai karena infrastuktur semakin baik sehingga membuat moda darat dan laut ada peningkatan," kata Nelson di Palembang, Jumat.

Menurut dia, penurunan angkutan udara sampai 24 persen di Bandara SMB II Palembang justru mendorong peningkatan moda angkutan darat bus atau kereta api di atas 10 persen.

Meski pemudik lewat darat meningkat namun angka kecelakaan turun drastis selama musim mudik 2019 karena kendaraan terkonsentrasi lewat Jalan Tol.

Pihaknya mengklaim selama arus mudik dan balik di Sumsel berjalan lancar, namun demikian masih ada beberapa hal yang perlu dievaluasi terkait keamanan, pengaturan trafik dan infrastruktur jalan, salah satunya Tol Trans Sumatera.

"Jalan Tol Trans Sumatera ruas Pematang Panggang - Palembang hanya difungsionalkan selama arus mudik dan balik, setelah ini akan ditutup kembali agar cepat selesai, kami sudah dapat gambaranya jika tahun depan Tol beroperasi penuh," ujar Nelson.

Selain itu terkait adanya bus Antara Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang tak laik namun tetap digunakan untuk angkutan mudik, pihaknya menegaskan sudah melarang bus-bus tersebut beroperasi.

"Kami tidak pernah mengeluarkan lagi izinnya, jika masih ada yang jalan itu ulah oknum-oknum nakal, nanti akan kami cek lagi karena bus AKDP tak laik sudah diganti dengan bus Damri," jelasnya.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak lagi menggunakan jasa bus AKDP tak laik jalan karena sangat berbahaya bagi keselamatan, lebih baik naik bus Damri yang jauh lebih nyaman dan aman.

Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar