Chris Froome gagal ikut Tour de France karena cedera

id chris froome, tour de france,gagal ikuti tour de france

Dokter dan perawat tampak di atap Centre Hospitalier of Roanne, tempat di mana pebalap Team Ineos Inggris Christopher Froome ditransfer dengan helikopter ke rumah sakit lain, setelah mengalami kecelakaan latihan di Criterium du Dauphine, di Roanne, Rabu (12/6/2019). (AFP/ANNE-CHRISTINE POUJOULAT)

Jakarta (ANTARA) - Chris Froome akan kehilangan Tour de France setelah membentur dinding dan menderita cedera parah dalam kecelakaan latihan di Criterium du Dauphine, Rabu, yang dikofirmasi oleh pemimpin Team Ineos Dave Brailsford.

"Jelas ia tidak akan ambil bagian dalam Tour," kata Brailsford kepada televisi Prancis sementara empat kali juara Tour de France Froome dirawat di tempat kejadian dengan ambulans yang diparkir.

"Dia dalam kondisi yang sangat, sangat serius," kata Brailsford, menambahkan bahwa pembalap itu mengalami kesulitan berbicara dan akan dibawa dengan helikopter ke rumah sakit, seperti dikutip AFP, Kamis.

Seorang saksi di lokasi kecelakaan mengatakan Froome menderita patah tulang paha terbuka dan juga menderita luka-luka lain, terutama pada sikunya.

Brailsford mengatakan Froome sedang mempercepat downhill dengan rekan setimnya Wout Poels ketika embusan angin meniupnya keluar jalur, membuatnya menabrak tembok.

"Mereka melaju sangat cepat dan angin menerpa roda depannya dan mengirimnya langsung ke dinding," kata Brailsford dalam bahasa Prancis.

"Dia dalam kondisi yang sangat, sangat serius dan dia hampir tidak bisa berbicara. Dia akan diterbangkan ke rumah sakit Lyon atau Saint-Etienne dalam beberapa menit," kata pelatih asal Wales itu.

Direktur Tour de France Christian Prudhomme dengan cepat berharap Froome pulih segera.

"Kami berharap dia segera sembuh. Tour de France tidak akan sama tanpa dia. Chris Froome telah menjadi karakter utama di Tour sejak 2013," katanya.

Froome kelahiran Kenya, yang menggabungkan keterampilan time-trial level atas dengan kecakapan yang mengerikan untuk mendaki, pertama kali memenangi Tour pada 2013 dengan Team Sky.

Ia melanjutkan ke kemenangan Tour de France berikutnya pada 2015, 2016 dan 2017, ia juga memenangi Vuelta a Espana 2017 dan Giro d'Italia 2018, menjadikannya pembalap Grand Tour terhebat di generasinya.
 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar