Menikmati wisata kuliner di "rest area"

id PT Jasa Marga Ngawi-Kertosono-Kediri ,jalan tol kediri ,tol kediri ,rest area jalan tol

Arsip - Kendaraan melintasi rest area di Masjid At Taqwa, Desa Munggangsari, Purworejo, Jawa Tengah, Jumat (10/5/19). Pemudik yang melintasi jalur Daendels dapat beristirahat disela-sela perjalanan dengan memanfaatkan rest area yang tersedia di sepanjang jalur tersebut seperti Masjid At-Taqwa Grabag. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/aww.

Kediri (ANTARA) - Manajemen PT Jasa Marga Ngawi-Kertosono-Kediri mengungkapkan pengendara bisa menikmati wisata kuliner di "rest area" yang telah disediakan, sehingga saat menempuh perjalanan menjadi lebih nyaman.

Direktur Utama PT Jasa Marga Ngawi-Kertosono-Kediri Iwan Moedyarno, Rabu mengemukakan manajemen sudah menyediakan berbagai macam fasilitas di "rest area". Untuk kuliner, ada berbagai macam menu yang telah disediakan, sehingga tinggal memilih sesuai dengan yang diinginkan.

"Kalau seperti biasanya di "rest area" ada tempat istirahat, toilet, pujasera," katanya.

Ia mengatakan, manajemen selalu memberikan fasilitas yang terbaik pada pengguna jalan tol. Selain itu, ada juga kerjasama dengan dinas kesehatan, menyediakan pos kesehatan. Bahkan, di "rest area" juga ada SPBU, termasuk menyiapkan SPBU Modular.

Manajemen juga menyediakan layanan derek, patroli, serta selalu memberikan informasi terkait dengan lalu lintas di jalan tol.

PT Jasa Marga Ngawi-Kertosono-Kediri menyediakan empat "rest area" yang sudah permanen serta satu unit yang fungsional. Kendati masih fungsional, ada beberapa fasilitas yang juga bisa dimanfaatkan pengguna jalan khususnya selama arus mudik dan balik Lebaran 2019.

Dalam Lebaran 2019 ini, diperkirakan akan ada kenaikan pengguna jalan tol, sekitar 245 persen dari lalu lintas harian. Jika dalam waktu normal atau hari biasa, pengguna jalan tol sekitar 7 ribu kendaraan.

Beberapa titik rawan antara lain di gerbang tol Madiun dan gerbang tol di Nganjuk. Puncak keramaian diperkirakan mendekati Lebaran 2019, yakni H-1 maupun H-2, mengingat silaturahmi masih tinggi.

Mengantisipasi berbagai kemacetan, ia berharap pengendara menyediakan saldo berlebih, mengantisipasi saldo yang habis saat hendak perjalanan. Jika saldo habis, otomatis terjadi kemacetan di belakang kendaraan tersebut.

"Jika kurang segera top up. Kami juga berpesan kalau capai jangan dipaksakan, 60 persen sampai 70 persen kecelakaan individu itu karena capai," kata dia.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar