Densus 88 temukan bom dalam toko ponsel

id Bom Besi,Mabes Polri,Densus 88,Dedi Prasetyo,berita sumsel, berita palembang, antara sumsel, antara palembang, antara hari ini, jembatan ampera, wong

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo (Antara)

Jakarta (ANTARA) - Detasmen Khusus (Densus) 88 Anti Teror menggeledah sebuah toko telpon selular di Bekasi, Jawa Barat, Rabu petang dan menemukan bom sebanyak dua buah.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo dalam pesan singkatnya mengkonfirmasi hal tersebut.

"Ya betul ada giat tersebut oleh Densus 88 dan saat ini kasus tersebut sedang dikembangkan," kata Dedi dalam pesan singkatnya yang diterima di Jakarta, Rabu malam.

Dari data yang diterima oleh Antara, Densus 88 melakukan penggeledahan atas nama Rafli di toko ponsel Wanky Cell yang terletak di Jalan Mukhtar Tabrani, Bekasi Barat, Jawa Barat.

Dalam penggeledahan tersebut, polisi menemukan dua buah bom pipa besi yang tidak dilengkapi pemicu (switching), pupuk booster Lengkeng, HCL dalam botol, serbuk putih (masih dalam pengananan puslabfor) dan beberapa cairan di dalam botol (masih dalam penanangan puslabfor).

Kendati demikian Dedi belum bisa memastikam apakah penggeledahan ini terkait dengan anggota Jamaah Ansharut Daullah (JAD) yang ditangkap di Babelan, Bekasi, beberapa hari lalu.

"Sedang dikembangkan, mohon sabar dulu ya, nanti kami sampaikan perkembangannya," ujar Dedi.

Sebelumnya, Densus 88 melakukan penangkapan terhadap Terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daullah (JAD) Lampung yang ditangkap di Bekasi dan Bitung.

Diduga, mereka akan merencanakan aksinya bakal menyasar polisi dan momentum pemilu 2019 ini. Sasarannya antara lain aksi people power dan Pospol Jatiasih untuk aksi amaliahnya.

Sampai saat ini, sudah delapan anggota JAD Lampung yang ditangkap, yakni RH dan M (Bitung), S (Bekasi), AN (Bekasi), MC (Tegal), MI (Bekasi), IF (Bekasi), T MD (Bekasi).
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar