Fenomena "super snow moon" ini paling besar tahun ini

id super moon

Fenomena "super snow moon" ini paling besar tahun ini

GERHANA BULAN TOTAL PALEMBANG Gerhana bulan total terlihat di satu sudut Kota Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (31/1). Gernaha bulan Total kali ini dengan tiga keunikan yaitu Supermoon, Bloodmoon dan Bluemoon yang merupakan fenomena alam langka yang terjadi hanya sekali dalam 150 tahun. ANTARA sumsel/Feny Selly/Ang/18

Banjarnegara (ANTARA News Sumsel) - Fenomena super snow moon  teramati pada  selasa (19/2) malam dari seluruh wilayah di Indonesia dan merupakan yang kedua untuk tahun ini dan yang paling besar.  

 

"Malam ini masyarakat  menikmati fenomena bulan purnama super. Supernya karena bulan purnama tampak lebih besar dari biasanya," kata Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara) Setyoajie Prayoedhi di Banjarnegara, Selasa malam.   Sebelum supermoon 19 Februari tersebut, peristiwa yang sama sudah terjadi di  21 Januari  lalu dan  supermoon saat itu disebut super blood wolf moon.

"Fenomena super snow moon merupakan peristiwa alam ketika bulan berada pada jarak terdekatnya dari bumi (perigee), di mana posisi bulan akan berada dalam jarak kurang lebih 356,761 kilometer dari bumi," katanya.  

Dengan cuaca cerah, kata dia, fenomena tersebut dapat diamati oleh masyarakat secara langsung.  

"Tampak lebih jelas apabila menggunakan perangkat teleskop karena bulan diperkirakan akan terlihat lebih besar sekitar 14 persen dari ukuran biasanya," katanya. 

 Fenomena astronomi super snow moon, tambah dia,  juga  memengaruhi pola pasang maksimum air laut di indonesia, khususnya di pesisir Utara Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Kalimantan Barat.  

 "BMKG telah mengingatkan seluruh masyarakat untuk mewaspadai dampak fenomena tersebut, khususnya potensi terganggunya transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, aktivitas petani garam dan perikanan. Jika membutuhkan pemuktahiran informasi tekait peringatan dini masyarakat dapat menghubungi kantor BMKG terdekat," katanya.  

Dengan memahami adanya sumber-sumber potensi kebencanaan di wilayah setempat, kata dia, masyarakat bisa mengetahui dan memperkuat upaya mitigasi bencana minimal untuk diri sendiri.  

 
Pewarta :
Editor: Erwin Matondang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar