
Banjir merendam lima kecamatan di Muratara

Musi Rawas Utara (ANTARA News Sumsel) - Bencana banjir kembali merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, akibat luapan sungai Rawas dan Rupit setelah daerah itu diguyur hujan dengan intensitas tinggi.
"Semuanya ada lima kecamatan yang terendam banjir, kondisi terkini banjir mulai surut," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Zulkifli di Muara Rupit, Minggu (17/2)
Dia menyebutkan, di Kecamatan Karang Jaya terdapat 7 desa yang kebanjiran, yakni Desa Tanjung Agung, Rantau Telang, Bukit Ulu, Muara Batang Empu, Sukamenang, Terusan dan Desa Embacang Lama.
Kemudian di Kecamatan Rawas Ulu terdapat 4 desa yang kebanjiran, yakni Desa Lesung Batu, Lesung Batu Muda, Lubuk Kemang dan Desa Remban.
Sementara di Kecamatan Rupit terdapat 9 desa yang kebanjiran, yakni Desa Noman, Noman Baru, Batu Gajah, Maur, Maur Baru, Bingin Rupit, Karang Anyar, Lubuk Rumbai dan Desa Pantai.
Selanjutnya di Kecamatan Karang Dapo terdapat 4 desa dan kelurahan yang kebanjiran, yakni Desa Karang Dapo 1, Kertasari, Rantau Kadam dan Kelurahan Karang Dapo.
Sedangkan di Kecamatan Rawas Ilir terdapat 8 desa dan kelurahan yang kebanjiran, yakni Desa Mandi Angin, Beringin Makmur I, Tanjung Raja, Belani, Batu Kucing, Pauh, Pauh I, dan Kelurahan Bingin Teluk.
Menurut Zulkifli, banjir mulai merendam permukiman warga sejak Jumat (15/2) lalu hingga hari ini banjir berangsur surut, namun intensitas curah hujan di wilayah tersebut masih tinggi.
"Dari lima kecamatan yang terendam banjir, tiga diantaranya sudah surut, tinggal dua kecamatan lagi yang masih banjir, yakni Karang Dapo dan Rawas Ilir, karena memang daerahnya berada di hilir sungai," ungkapnya.
Lanjut Zulkifli, selain merendam permukiman warga dan memutuskan akses jalan antar desa, banjir juga merusak dua jembatan gantung dan melumpuhkan aktivitas masyarakat, bahkan sejumlah sekolah yang gedungnya terendam banjir juga terpaksa diliburkan.
Bupati Muratara, Syarif Hidayat menghimbau warga agar selalu waspada terhadap bencana banjir maupun pasca banjir, mengingat berbagai penyakit bisa menyerang siapa saja, terutama anak-anak.
"Kami menghimbau warga tetap menjaga anak-anak dan orang lanjut usia, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, untuk daerah yang sudah terjadi banjir waspada juga serangan penyakit," imbaunya.
Masyarakat juga diminta untuk terus melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan setempat, sehingga semua permasalahan bisa diatasi dengan cepat.
"Jika ada kondisi yang kurang baik, silahkan periksa ke Puskesmas di masing-masing kecamatan, kemudian jangan ragu untuk berkonsultasi dengan pemerintah setempat terkait apa yang dibutuhkan masyarakat," katanya.
Pewarta: Rahmat Aizullah
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
