
OJK: Kinerja perbankan Sumsel dan Babel 2018 positif

Palembang (ANTARA News Sumsel) - Otoritas Jasa Keuangan mencatat kinerja industri perbankan di Provinsi Sumatera Selatan dan Bangka Belitung selama 2018 cukup positif meski dihadapkan pada tekanan ekonomi, baik secara internal maupun eksternal.
Berdasarkan data OJK, Industri Jasa Keuangan di wilayah kerja Kantor Regional 7 Sumbagsel terdiri dari 917 industri jasa keuangan dengan total jaringan kantor sebanyak 3.747 jaringan.
Kemudian, industri perbankan terdiri dari 278 bank dengan 2.521 jaringan kantor, IKNB sebanyak 516 perusahaan dengan 1.025 jaringan kantor dan industri Pasar Modal sebanyak 123 perusahaan dengan 201 jaringan kantor.
Kepala OJK Regional 7 Sumbagsel Panca Hadi Suryatno di Palembang, Senin, dalam sambutannya di acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan Daerah 2019, mengatakan berdasarkan perhitungan per November 2018 diketahui perbankan di Sumsel dan Bangka Belitung mengalami pertumbuhan positif jika dibandingkan dengan posisi Desember 2017 (year to date).
Hal itu tercermin dari pertumbuhan aset yang mencapai 8,38 persen, Dana Pihak Ketiga 9,49 persen dan penyaluran kredit 5,13 persen. Selain itu, fungsi intermediasi perbankan tergolong optimal yang tercermin dari LDR yang berada pada posisi 108,75 persen.
Kinerja perkreditan di wilayah Sumatera Bagian Selatan sendiri juga cukup baik yang tercermin dari rasio kredit bermasalah terjaga pada posisi 3,08 persen.
Sementara, kinerja perbankan syariah di Sumbagsel juga mengalami pertumbuhan positif, tercermin dari pertumbuhan aset 12,49 persen, Dana Pihak Ketiga 12,71 persen, dan pembiayaan 15,54 persen. Namun demikian, pangsa pasar perbankan syariah Sumatera Bagian Selatan dibandingkan dengan total aset perbankan di wilayah Sumatera Bagian Selatan tercatat hanya sebesar 7,02 persen.
Sehubungan dengan hal tersebut kami berharap kiranya tingkat literasi dan inklusi keuangan perbankan syariah perlu ditingkatkan, kata Panca dalam acara bertema dengan tema Kolaborasi Membangun Optimisme dan Akselarasi Pertumbuhan Berkelanjutan yang turut dihadiri Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Nurhaida.
Kinerja positif juga tergambar di penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di wilayah Sumatera Bagian Selatan pada Desember 2018 yang tercatat mencapai Rp10,13 triliun atau meningkat sebesar 22,35 persen secara year on year dengan portofolio terbesar pada KUR Mikro yang mencapai 56 persen dari total penyaluran.
Prestasi ini membuat Pemerintah Sumatera Selatan menerima penghargaan terbaik III (ketiga) Nasional sebagai Pemerintah Daerah/Provinsi pendukung program KUR tahun 2018.
Sementara itu, penyaluran kredit UMKM oleh Perbankan di Sumatera Bagian Selatan pada November 2018 telah mencapai 31,97 persen dari total kredit.
OJK secara konsisten terus mendorong perbankan di wilayah Sumatera Bagian Selatan secara individu untuk dapat menyalurkan kredit UMKM minimal sebesar 20 persen sebagaimana diatur dalam ketentuan, kata Panca.
Pewarta: Dolly Rosana
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
