Menakar usia aki motor

id aki,accu,aki motor

Ilustrasi - Tempat peleburan aki bekas. (Ist) (Ist/)

Jakarta (ANTARA News Sumsel) - Accu atau aki merupakan komponen penting pada kendaraan bermotor karena fungsinya sebagai penyimpan arus listrik, kemudian mengalirkannya melalui rangkaian kelistrikan untuk menghidupkan mesin kendaraan.

Saat ini, fungsi aki semakin penting karena banyak sepeda motor terbaru menggunakan sistem injeksi yang memerlukan daya listrik. Sejumlah model sepeda motor bahkan tidak menyediakan "kick starter" sehingga aki menjadi tumpuan utama untuk menghidupkan mesin.

Pemilik kendaraan pun harus mengetahui kondisi dan usia aki guna menghindari masalah di jalan, misalnya aki tidak berfungsi karena daya listriknya sudah habis alias soak.

Satriawan Agung Prabowo, Pilot Project Massiv Amal dari PT Wacana Prima Sentosa (WPS) selaku distributor aki Massiv di Indonesia, mengatakan pada umumnya aki sepeda motor berusia satu sampai dua tahun.

"Umumnya satu tahun, setelah itu bersiap-siap untuk mengganti," kata Satriawan Agung Prabowo yang akrab disapa Tumenggung pada peluncuran aki Massiv Amal, Kamis (6/12).

Ia menjelaskan, umur aki sangat berkaitan dengan cara pemilik sepeda motor dalam menggunakan kendaraannya, termasuk seberapa sering digunakan untuk men-starter.

Usia aki kendaraan, kata dia, dihitung sejak pertama kali cairan asam acid dimasukkan ke aki. Untuk itu, khusus pada Massiv Amal cairan tersebut dipisah dan baru diisi saat dibeli oleh konsumen.

"Acid diisi setelah transaksi, supaya daya tahannya oke," kata Tumenggung, menambahkan usia aki dihitung 0 tahun saat cairan itu diisi dan digunakan konsumen.

Direktur PT Wacana Prima Sentosa, Hadi, menjelaskan pemilik sepeda motor yang menginginkan kepraktisan, tanpa repot memeriksa aki, bisa mengandalkan produk aki tipe MF (maintenance free).

"Motor sekarang banyak yang skutik. Penggunanya praktis, jarang memeriksa air aki. Jadi kami sediakan tipe MF ini untuk itu, sekaligus mengikuti spesifikasi pabrik," kata Hadi.
 
Pewarta :
Editor: Erwin Matondang
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar