Logo Header Antaranews Sumsel

Hadapi tantangan Industri melalui hilirisasi SDA lokal

Jumat, 19 Oktober 2018 14:49 WIB
Image Print
Presiden Direktur PT. Astra Mitra Ventura, Jefri R Sirait (kiri) memberikan paparan mengenai hilirisasi industri berbasis sumber daya alam lokal dalam menghadapi tantangan industri 4.0 di Palembang, Kamis (18/10). (ANTARA News Sumsel/Fernando Tri Tanjung/Erwin Matondang/18)
....Palembang merupakan salah satu kota yang menjadi the best productive one di bidang industri dan SDA....

Palembang (ANTARA News Sumsel) – Balai Riset dan Standarisasi (Baristand) Industri Palembang menggelar Seminar Nasional I Hasil Litbangyasa Industri dalam menghadapi tantang industri 4.0 melalui hilirisasi Industri berbasis Sumber Daya Alam (SDA) lokal di Palembang.

“Seminar ini sebagai sarana alih teknologi dan informasi hasil litbangyasa terbaru, inovatif, tepat guna dan aplikatif yang telah dihasilkan oleh perguruan tinggi dan lembaga litbang kepada industri maupun pelaku usaha,” kata Kepala Baristand Industri Palembang Syamdian di Palembang, Kamis (18/10).

Ia mengatakan tujuan seminar ini sebagai forum saling tukar menukar informasi, ide kreatif dan inovatif dalam rangka pengembangan potensi para peneliti serta meningkatkan jejaring kerjasama antar institusi, lembaga litbang, perguruan tinggi dan industri, sehingga akan terjalin komunikasi ilmiah yang efektif dan efisien.

Presiden Direktur PT. Astra Mitra Ventura, Jefri R Sirait mengatakan untuk menanggapi positif akan industry 4.0 ini.

“Industri 4.0 adalah perubahan industri yang wajar karena sekarang kita sudah mulai masuk di era Internet of Things (IoT) yang akan memudahkan dan lebih mengontrol banyak hal,” ujarnya.

Ia mengatakan Palembang merupakan salah satu kota yang menjadi the best productive one di bidang industri dan SDA seperti mineral di PT. Bukit Asam, Industri di hilir seperti PT. PUSRI Palembang, perkebunan, pertanian dan masih banyak lagi.

“Ini memberikan banyak dampak menurut saya dan merupakan tantangan yang harus kita hadapi dengan baik,” ujarnya.

Ia mengatakan Sumsel memiliki pengelolaan SDA yang sangat baik dan memiliki daya tarik lebih, dibuktikan dari beberapa event salah satunya Asian Games yang telah sukses digelar.

“Komitmen ini penting dilihat dari sikap masyarakat menggunakan sesuatu yang berbasis teknologi sudah menjadi hal yang biasa, akan sangat lebih mudah meletakkannya dalam pekerjaan, pergaulan salah satunya di Industri,”ujar Jefri.

Kepala Balai Riset dan Standarisasi (Baristand) Industri Palembang, Syamdian (lima kiri), Presiden Direktur PT. Astra Mitra Ventura, Jefri R Sirait (dua kanan) Dekan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya,Prof. Dr. Ir. Andy Mulyana, M.Sc (tiga kanan) dan jajaran berfoto bersama di Palembang, Kamis (18/10). (ANTARA News Sumsel/Fernando Tri Tanjung/Erwin Matondang/18)


Jefri mengatakan dirinya yakin dan optimis dari pandangan positif ini dapat menjadi salah satu kekuatan utama Sumsel untuk memulai Industri 4.0 dan lebih terakselerasi.

“Tantangan Industri Sumsel saat ini kurangnya akselerasi ekonomi atau pertumbuhan di daerah pada SDA, padahal Sumsel kaya mineral, Industri sudah mulai kompetitif di bisnis Internasional , Kelapa Sawit dan Karet sudah menjadi salah satu SDA andalan,” ujarnya.

Ia mengatakan dilihat dari infrastruktur telekomunikasi dan transportasi di Sumsel dapat menjadi solusi dalam mengakselerasi perekonomian masyarakat.

“Industri kecil yang berbasis untuk kerakyatan seperti songket dan sebagainya tidak boleh dihilangkan,” ujar Jefri.

Sedikit mengulik mengenai industri kopi dilihat dari segi kedai kopi yang semakin menjamur di Palembang, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. Ir. Andy Mulyana, M.Sc turut memberikan penjelasannya.

“Eksportir kopi Sumsel sebelumnya mencapai 100 lebih, namun saat ini hanya tersisa dua eksportir disebabkan kurangnya realisasi pengembangan kopi Sumsel,” ujarnya.

Andy mengatakan Sumsel harus memulai pengembangan kopi dengan tahap awal yakni studi banding.

“Di Aceh kita ketahui perindustrian kopinya mulai maju, dengan memiliki banyak kedai kopi yang buka setiap hari dari pagi hingga malam,” ujarnya.

Ia menambahkan Sumsel harus terbuka dengan daerah lain yang memang relevan untuk kita lakukan pengembangan untuk kemajuan industri kopi kita kedepannya.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026