Gubernur programkan setiap desa miliki Rumah Tahfiz

id Herman Deru,gubernur sumsel,berita palembang,berita antara,antara palembang,Rumah Tahfiz,menghapal alquran

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru saat meresmikan Rumah Tahfidz Ash Sholihin binaan Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Sumatera Selatan Palembang, Senin (15/10). Sekitar 57 santri terpilih dari 17 Kabupaten dan Kota di Provinsi Sumsel menjalani pembinaan hapalan Quran bersama pengajar yang bertujuan memeratakan kecintaan pada Alquran pada Santri se-Sumsel. (ANTARA News Sumsel/Feny Selly/Ang/18)

Palembang (ANTARA News Sumsel) - Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru memprogramkan setiap desa di daerah itu akan didirikan Rumah Tahfiz atau tempat menghafal Al Quran.

"Itu salah satu program yang akan dilaksanakan selama memimpin Sumsel," katanya saat meresmikan Rumah Tahfiz Ash Sholihin di MAN 3 Palembang di Palembang, Senin.

Dia mengatakan kegiatan Rumah Tahfiz penting agar generasi penerus bisa membaca dan memahami Al Quran sehingga keberadaannya perlu diperbanyak hingga desa.

Ia mengharapkan perlunya dorongan untuk mendirikan dan mengembangkan Rumah Tahfiz.

Pihaknya berkeinginan setiap Muslim di Sumsel dapat membaca dan menghafal Al Quran.

"Ini akan jadi pemikiran bagi saya bagaimana Rumah Tahfiz ini dapat didirikan di sekolah-sekolah umum, dari SD sampai SMA," katanya.

Terkait hubungan pemerintah daerah dan Kemenag, pihaknya mengajak jalinan kerja sama dapat terus ditingkatkan.

Ia tidak menghendaki ada pemikiran bahwa Kemenag hanya sebagai instansi vertikal, sedangkan pemerintah provinsi otonom karena kerja sama selama ini harus ditingkatkan supaya pembangunan, terutama bidang keagamaan, berjalan lancar.

"Sebagai gubernur siap memfasilitas, kalau dulu sebagai bupati bisa, apalagi sekarang sebagai gubernur yang jangkauannya lebih luas," kata dia.

Ia juga mengharapkan dukungan, terutama doa, termasuk dari perusahaan dengan program tanggung jawab sosial perusahaannya, untuk membantu dana guna kepentingan kegamaan.

Kakanwil Kemenag Sumsel H.M. Alfajri Zabidi mengatakan Rumah Tahfiz Ash Sholihin sebagai upaya mendidik siswa madrasah agar memiliki keahlian membaca dan menghafal Al Quran, serta ilmu pengetahuan keislaman sehingga terwujud generasi penghafal Quran.

Pembentukan Rumah Tahfiz menjadi salah satu upaya strategis untuk menangkal dampak negatif globalisasi, yakni terjadinya dekadensi moral di kalangan remaja.

"Alhamdulillah gagasan mendirikan Rumah Tahfiz akhirnya terwujud. Diawali dari Kota Palembang hingga sekarang sudah menjadi ciri khas bagi seluruh madrasah se-Sumsel, khusunya madrasah negeri. Mulai dari tingkat ibtidaiyah, tsanawiyah, hingga aliyah," kata dia.

Ia mengatakan saat ini jumlah siswa tahfiz di madrasah se-Sumsel mencapai 15.023 anak. Mereka diharapkan menjadi generasi penerus yang memahami dan hafal Al Quran.

Melihat animo yang begitu besar dan perkembangan yang begitu pesat, Kemenag Sumsel melakukan inovasi melalui kerja sama dengan Pesantren Tahfiz Miftahul Huda di Wonosobo.

"Dengan kerja bersama, mandiri, dan tanggung jawab, akhirnya berdirilah Rumah Tahfiz Ash Sholihin ini," kata dia.

Dalam peresmian rumah tahfiz itu, antara lain hadir K.H. Abdullah Ma`sum dari Pesantren Miftahul Huda dan Yulia Sri Lathifah al Hafizah selaku Ketua Karantina Hafal Quran Sebulan.
Pewarta :
Editor: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar