
Herman Deru beberkan rahasia jadi Gubernur

....Dulu sewaktu saya 10 tahun jadi bupati, sangat sering sekali saya datang ke sini (Griya Agung), saya berpikir alangkah elegannya tempat ini, saya masuki setiap ruangannya, tapi bukan asal masuk, setiap kali masuk saya sertakan doa 'ya Allah semo
Palembang (ANTARA News Sumsel) - Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru membeberkan salah satu rahasianya menjadi kepala daerah saat acara syukuran bersama ribuan masyarakat di Rumah Dinas Griya Agung, Selasa malam. (2/10)
Pantauan Antara News Sumsel ribuan masyarakat berbagai kalangan, mulai dari Kepala Daerah Kabupaten/Kota di Sumsel, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Alim Ulama, Tokoh politik, tokoh masyarakat Sumsel, Pimpinan Perusahaan masyarakat umumpara pendukung HD-MY memenuhi halaman Griya Agung, sebelum menyampaikan sambutan, diadakan pembacaan surat Yasin berjamaah.
"Dulu sewaktu saya 10 tahun jadi bupati, sangat sering sekali saya datang ke sini (Griya Agung), saya berpikir alangkah elegannya tempat ini, saya masuki setiap ruangannya, tapi bukan asal masuk, setiap kali masuk saya sertakan doa 'ya Allah semoga kelak suatu saat aku yang jadi tuan rumah di sini', dan ternyata dikabulkan oleh Allah SWT, itu rahasianya," kata Gubernur Sumsel Herman Deru saat sambutan, Selasa malam (2/10).
Menurutnya doa merupakan kekuatan yang tidak bisa diremehkan, termasuk acara syukuran tersebut sebagai doa awal berharap selama kepemimpinannya pembangunan di Sumsel berjalan lancar dan sukses.
Dia menjelaskan, pihaknya ingin merealisasikan konsep pembangunan yang adil dan merata, terutama menyangkut insfrastruktur jalan di wilayah Kabupaten/kota agar terkoneksi ke seluruh daerah serta aman dilalui masyarakat.
Namun untuk mewujudkannya perlu kekompakan semua elemen dengan menghilangkan segala bentuk permusuhan, ia merasa usai pilkada serentak masih terdapat perbedaan-perbedaan pendapat antar pendukung calon, pihaknya berharap hal tersbeut disudahi dan segera jalin silaturahmi satu sama lain, yang terpenting semuanya harus ikut berperan dalam pembangunan.
"Ayo Kerja, semua punya peran, bukan hanya pemerintah saja, gubernur sja, bupati saja, walinkota saja, tapi masyarakat juga punya peran besar mewujudkan pembangunan adil merata itu, apalagi peran perawatan, kalau nanti jalan sudah dibuat ya mari dirawat sama-sama," ujar Deru.
Pihaknya melanjutkan, segala bentuk pembangunan nanti, merupakan upaya meneruskan apa-apa yang telah dibangun gubernur terdahulu, sehingga masyarakat tidak perlu membanding-bandingkan antara kepemimpinannya dengan kepala daerah terdahulu, karena ada perbedaan (diferensiasi) cukup lebar disebabkan fluktuatifnya selera masyarakat.
Seperti LRT, pihaknya menilai kereta canggih tersebut dibangun guna mengurangi kemacetan di jalan, pembangunannya membutuhkan biaya triliunan rupiah dimaksudkan mengubah cara berpikir masyarakat menjadi lebih modern sebab kebutuhan zaman, maka pihaknya meminta masyarakat memanfaatkannya, sebaliknya kurang-kurangi rasa bangga memakai kendaraan pribadi yang buat macet jalan.
"Kami ingin memulai dengan kebersamaan dan keterbukaan tanpa ada permusuhan," tambah Deru.
Pewarta: Aziz Munajar
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
