Logo Header Antaranews Sumsel

Galang dana Lombok lewat 'hadroh' di jalan

Sabtu, 25 Agustus 2018 22:38 WIB
Image Print
Gabungan komunitas seperti IPNU dan PPNU Kota Palembang, Madani, LPTQ UIN Raden Fatah, La Tanda serta Himsi memainkan Hadroh yakni kesenian musik dalam islam, diiringi lantunan shalawat dan lagu-lagu islami di Pedestrian Sudirman depan IP Plaza dalam rangka penggalangan dana gempa Lombok, Sabtu (25/8). (ANTARA News Sumsel/Aziz Munajar/Erwin Matondang/18)

Palembang (ANTARA News Sumsel) - Menggalang dana untuk korban gempa Lombok sudah banyak dilakukan banyak kalangan dengan beragam cara, seperti salah satunya lewat pertunjukan 'hadroh' di jalanan Kota Palembang.

Pantauan Antara News Sumsel gabungan komunitas seperti IPNU dan PPNU Kota Palembang, Madani, LPTQ UIN Raden Fatah, La Tanda serta Himsi memainkan Hadroh yakni kesenian musik dalam islam, diiringi lantunan shalawat dan lagu-lagu islami di Pedestrian Sudirman depan IP Plaza, Sabtu malam.

"Hadroh sebagai bentuk penggalangan dana kami pilih karena selain sebagai sarana dakwah, juga hadroh ini isinya doa dan sholawat untuk saudara-saudara di Lombok," kata Koordinator IPNU Palembang Abdul Hakim.

Pertunjukan hadroh tersebut menurutnya masih dalam skala kecil, rencananya pekan depan pihaknya akan bergabung dengan belasan komunitas menggelar pertunjukan seni untuk menggalang donasi gempa Lombok di bawah koordinasi Dinas Pariwisata Kota Palembang.

Menurutnya bantuan untuk korban Lombok memang terus mengalir sampai saat ini, hal tersebut mendorong masyarakat yang lain untuk turut serta mendonasikan bantuan baik langsung maupun kelompok tertentu.

Berdasarkan informasi yang pihaknya terima, selimut dan bahan pangan menjadi kebutuhan utama korban gempa Lombok yang belum terpenuhi seluruhnya, sehingga pihaknya juga telah menyiapkan selimut untuk dibawa ke Lombok.

Selain itu jarak tenda evakuasi jauh dari pusat kota sehingga biaya pengiriman menjadi mahal, maka hasil donasi akan pihaknya bawa sendiri ke lokasi.

"Nanti saya dan satu rekan lainnya Agus Tanjung sebagai perwakilan gabungan komunitas ini akan membawa bantuan langsung ke Lombok, kemarin kami sudah keliling kampus serta pasar dapat total donasi Rp 14 juta, itu kami bawa," ujar Abdul Hakim.

Rencananya perwakilan komunitas berangkat awal September dan menetap di Matarram selama dua bulan, selain sebagai penyalur bantuan juga menjadi relawan untuk pemulihan fisik area dan psikis masyarakat di wilayah terdampak gempa bersama iring center.

Diakhir pertunjukan hadroh, mereka mengajak masyarakat yang ada di Pedestarian Sudirman berdoa bersama untuk kebaikan korban gempa di Lombok.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026