
Kementan kawal produksi padi Sumsel

....Setiap hari ada tanam. Setiap hari ada panen. Semua itu tidak lepas dari dukungan inovasi teknologi, faktor sosial, dan peran petani sebagai ujung tombak....
Ogan Komering Ilir (ANTARA News Sumsel) - Kementerian Pertanian akan terus mengawal produksi padi pada musim paceklik Desember 2018 hingga Januari 2019 khususnya Sumatera Selatan sebagai salah satu lumbung pangan nasional untuk mengejar target swasembada pangan.
"Pengawalan ini sangat penting agar pemerintah secara dini dapat membantu menyelesaikan segala kendala yang dihadapi petani," ujar Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementrian Pertanian sekaligus penanggung jawab Upaya Khusus Swasembada Pangan Padi Jagung dan kedele (Pajale) Provinsi Sumsel Momon Rusmono saat menghadiri tanam perdana Indeks Pertanaman (IP) 300 padi di Desa Sumber Agung, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Kamis.
Dalam dialog Momon bersama para petani ia meminta petani di seluruh Sumsel tetap melakukan olah lahan dan kemudian menanam padi setelah turun hujan pada lahan tadah hujan dan lahan kering melalui pemanfaatan pompa air membangun embung, longstorage, dam-parit, dan sumur air tanah dangkal.
"Setiap hari ada tanam. Setiap hari ada panen. Semua itu tidak lepas dari dukungan inovasi teknologi, faktor sosial, dan peran petani sebagai ujung tombak dalam mendukung luas tambah tanam sebagai jembatan untuk mencapai upaya," lanjut dia.
Menurut dia, paceklik pada Agustus hingga Oktober harus disikapi dengan usaha berkelanjutan untuk tetap mengolah lahan tanpa henti, sehingga musim hujan pada september penanaman padi sudah dapat dimulai.
Untuk mengupayakan produksi pertanian ia juga mendorong penggunaan alat mesin pertanian (Alsintan) dalam mempersiapkan tanam hingga Oktober yang menurutnya membuat pengolahan lahan menjadi lebih cepat dan murah.
"Dengan Alsintan salah satu keunggulannya produk tani yang dihasilkan akan memiliki kualitas yang lebih tinggi dan tentunya berimbas ke harga yang lebih baik," kata dia.

Pada kegiatan tanam perdana IP 300 padi tersebut Momon didampingi jajaran Dinas Pertanian Sumsel dan perwakilan Kabupaten setempat juga menjajal mesin tanam padi di sepanjang sawah Desa Sumber Agung, Kecamatan Lempuing Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Kepala Dinas Ketahanan pangan, Tanaman, dan Holtikultura Kabupaten OKI Syarifudin pada kesempatan yang sama mengungkapkan Kabupaten Kabupaten OKI sendiri memiliki realisasi luas tambah tanam padi pada Juni 2018 sebesar 27.191,5 hektare dari target 19.539 hektare atau surplus 39,16 persen.
"Luas tambah tanam padi di Kabupaten OKI di beberapa kecamatan setiap hari ada tanam dan ada juga panen, sehingga selama satu tahun dari empat tipelogi lahan yaitu lahan irigasi, lahan tadah hujan, lahan pasang surut, dan lahan lebak," kata dia.
Pemerintah daerah setempat juga mengharapkan dapat merealisasikan target 181.196 hektare dari luas lahan baku yang ada 130 ribu hektare di Kabupaten OKI. Sementara Sumsel sendiri memiliki luas baku sawah 615.184 hektare dan pada Agustus 2018 ditargetkan mencapai 94.103.
Dia menjelaskan, capaian target tersebut kemungkinan dapat diperoleh dari IP 100 IP200 dan IP300.
"Bila lahan baku itu dapat ditanami IP 200 maka dimungkinkan realisasi tanam bisa mencapai 260 ribu hektare karena peningkatan IP di lahan sawah petani padi OKI dapat mengelola lahan tanpa harus melakukan pembakaran lahan untuk mendukung tanpa (zero) asap," katanya.
Pewarta: Feny Selly
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
