Logo Header Antaranews Sumsel

Asian Games (sepak takraw) - PSTI protes Malaysia dalam nomor regu

Kamis, 23 Agustus 2018 22:46 WIB
Image Print
Pemain sepak takraw putra Indonesia Nofrizal bersiap melakukan servis saat pertandingan penyisihan tim ganda putra sepak takraw Asian Games 2018 di GOR Ranau, Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Sumatra Selatan, Kamis (23/8). (ANTARA FOTO/INASGOC/Nova Wahyudi/nz/18)

Palembang (ANTARA News Sumsel) - PB Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) melayangkan protes terhadap Federasi Sepak Takraw Asia (ASTAF) dan Dewan Olimpik Asia (OCA) karena memasukkan Malaysia dalam pertandingan di nomor regu.

"Sudah ada `drawing` yang ditetapkan 5 Juli di Jakarta, dan tim putra Malaysia hanya ikut nomor tim regu dan double. Tapi nyatanya mereka juga ikut nomor regu putra," tutur Wakil Sekjen PB PSTI Eddy Fadil Rachman dalam konferensi pers di Palembang, Sumsel, Kamis.

Ia menuturkan, usai penetapan hasil "drawing" di 5 Juli, Wakil Presiden OCA We Zi Zong telah mengatakan bahwa hasil "drawing" sudah final dan tidak bisa diubah.

Namun pada kenyataannya Presiden Federasi Sepak Takraw Malaysia Ahmad Ismail mencoba memaksakan agar Malaysia bisa ikut dalam nomor regu.

Mengetahui hal tersebut, PB PSTI pun menyurati ASTAF, OCA, KOI, dan INASGOC pada tanggal 10 Agustus yang isinya menolak paksaan dari Malaysia tersebut.

"Tapi nyatanya sekarang Malaysia ikut di nomor regu putra, alasannya karena sudah dapat persestujuan dari OCA. Tapi yang disayangkan surat persetujuan ini tidak pernah diterima oleh semua federasi Sepak Takraw di negara manapun," pungkas Eddy menegaskan.

Menyikapi hal ini, PB PSTI menyampaikan kekecewaan atas hasil tersebut dan menilai tindakan ASTAF merupakan keputusan sepihak yang mencederai sportivitas.

Terkait peristiwa ini, sejumlah federasi sepak takraw juga memprotes terhadap ASTAF dan mengirim surat kepada Presiden INASGOC Eric Thohir untuk menyatakan keberatan mereka.

Berdasarkan informasi yang diterima Antara, federasi sepak takraw yang mengirimkan surat keberatan itu antara lain Federasi Sepak Takraw dari India, Filipina, Singapura, Nepal, Pakistan, China, dan Korea.

Selain itu, PB PSTI juga menyayangkan pemberitaan di media-media Malaysia yang menyatakan bahwa Ketua Umum PB PSTI Asnawi akan datang ke Malaysia untuk membantu proses masuknya negara tersebut di nomor regu putra.

"Ya tentu itu tidak benar, karena PB PSTI tidak punya wewenang untuk mengubah hasil `drawing` yang sudah ditetapkan," katanya menambahkan.



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026