DKP OKU uji sample 18 makanan olahan

id makanan,Dinas Ketahanan Pangan,berita sumsel,berita palembang,uji sample makanan olahan

Arsip- Petugas BPOM memeriksa zat berbahaya pada makanan . (ANTARA News Sumsel/Nova Wahyudi/dol)

Baturaja (ANTARA News Sumsel) - Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan mengambil uji sample makanan olahan yang dijual pedagang di sejumlah pasar tradisional di wilayah itu guna memastikan aman jika dikonsumsi manusia.

"Makanan olahan yang kami uji sample tersebut untuk menguji kelayakan kandungannya jika dikonsumsi manusia," kata Kepala DKP Ogan Komering Ulu, Jhon Herly didampingi Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan, Karolina di Baturaja, Selasa.

Dia menjelaskan makanan dan jajajan seperti tahu, bakso dan mie basah yang dijual pedagang di wilayah itu diuji sample guna memastikan tidak ada zat berbahaya jika dikonsumsi manusia.

"Pengambilan sampel untuk mengetahui apakah pangan tersebut mengandung zat berbahaya dan aman dikonsumsi," lanjutnya.

Dalam pengambilan sample tersebut sedikitnya 18 jenis makanan olahan diambil petugas dari dua pasar serta tempat jajanan yang dijual pedagang di Kota Baturaja.

Sample makanan tersebut, sebutnya dikirim pihaknya ke Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Palembang untuk diuji laboratorium guna memastikan tidak ada kandungan zat berbahaya sehingga aman dikonsumsi.

"Satu bulan kemudian hasil pemeriksaan baru akan diketahui," ujarnya.

Dia menegaskan, jika hasil uji laboratorium pada makanan tersebut positif mengandung zat berbahaya, pihaknya akan mengambil langkah tegas terhadap pedagang penjualnya.

"Pedagang yang bersangkutan akan kami panggil untuk diarahkan supaya tidak lagi menjual makanan tersebut.

Dia mengemukakan, uji laboratorium pangan ini merupakan agenda rutin dalam rangka pengawasan dan pembinaan pangan olahan.

"Dengan adanya program ini pedagang menjadi paham bahaya pangan yang mengandung zat berbahaya sehingga tidak lagi menjualnya ke masyarakat banyak," terangnya.
Pewarta :
Editor: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar