
Mengais rezeki dari bendera merah putih

Musi Rawas Utara (ANTARA News Sumsel) - Para pedagang musiman yang berjualan pernak pernik khas peringatan hari kemerdekaan terkadang harus rela merantau ke daerah orang lain demi mengais rezeki.
"Coba-coba jualan bendera di sini, siapa tau ada rezeki untuk saya," ujar seorang penjual bendera, Hasmon (53) di pinggiran jalan lintas sumatera wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, Minggu.
Pria yang mengaku sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan ini berasal dari Kota Bengkulu.
Dia mencoba mencari peruntungan dengan berjualan bendera dan umbul-umbul di Bumi Beselang Serundingan Muratara.
Hasmon mengaku terpaksa meninggalkan anak dan istrinya di Kota Bengkulu demi merantau ke Kabupaten Muratara untuk mencari pundi-pundi rupiah, dengan harapan pulang membawa keuntungan.
"Yah, namanya juga mencari rezeki dimana saja yang penting halal, saya dari Bengkulu, kebetulan di sini ada keluarga dari istri, jadi coba-coba cari rezeki di sini," katanya.
Dia memanfaatkan moment Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) yang ke 73 ini dengan berjualan pernak pernik khas peringatan hari kemerdekaan, seperti umbul-umbul, bendera, dan lain-lain.
Hasmon menjelaskan, untuk harga dagangannya cukup bervariasi, seperti bendera mulai dari harga Rp5 ribu hingga Rp60 ribu tergantung ukuran dan umbul-umbul senilai Rp25-45 ribu.
"Kebetulan bahan-bahannya saya bawa langsung dari Bengkulu, ada umbul-umbul dan juga bendera, harganya bervariasi, bisa ditawar juga," katanya.
Hasil dari penjualan bendera tersebut kata Hasmon biasanya mendapat keuntungan mencapai Rp2 juta. Namun terkadang mendapat untung yang tidak seberapa, karena banyak persaingan sesama penjual bendera.
"Saya dulu pernah jualan di Bengkulu, tapi tidak mendapat untung, malah pas pasan, karena di sana saingannya banyak, jadi memang harus merantau ke daerah yang sedikit menjual bendera," ujarnya.
Pewarta: Rahmat Aizullah
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
