KOLEGA Sumsel perkenalkan lanskap budaya

id Kolega,Lanskap,Pulau kemarau,Kampung kapitan

KOLEGA Sumsel perkenalkan lanskap budaya

Kemitraan pengelolaan lanskap ekoregion mengenalkan lanskap budaya Sumsel diantaranya pulau kemarau, Kamis (26/7/18) (ANTARA News Sumsel/Kiki Wulandari/Erwin Matondang/18)

Palembang (ANTARA News Sumsel) - Dalam rangka kegiatan South Sumatera Landscape Festival 2018, kemitraan pengelolaan lanskap ekoregion mengenalkan lanskap budaya Sumsel diantaranya pulau kemarau dan kampung kapitan.

"Kami melakukan empat kunjungan tempat bersejarah seperti pulau kemarau, kampung kapitan, taman sriwijaya dan situs talang tuwo," ujar Direktur Eksekutif KOLEGA Sumsel Najib Asmani di Palembang, Kamis.

Menurutnya hal ini dilakukan sebagai refleksi pentingnya lanskap budaya dan sejarah kearifan sumberdaya alam di Sumsel.

Refleksi kebudayaan dari Teater Potlot yang mengangkat spirit kebersamaan dalam pengelolaan lingkungan hidup, lingkungan hidup yang mempersatukan.

Setelah itu akan ada deklarasi lanskap nusantara yang menjadi tonggak awal dalam pengembangan pendekatan lanskap.

"Dimana sebagai pendekatan holistik dan terpadu dalam pengelolaan sumberdaya alam di Indonesia," jelasnya.

Para peserta mulai dari pemerintah pusat, pemda, kalangan organisasi masyarakat sipil, lembaga internasional, sektor swasta, perguruan tinggi dan perwakilan masyarakat terlihat antusias saat mengunjungi pulau kemarau.

Salah seorang presenter, Muhammad Farhan mengaku takjub melihat pulau kemarau dengan keaslian alamnya masih terasa.

"Populasi orangnya tidak banyak, pohonnya masih banyak sehingga udara segar. Nyaman duduk disini," katanya.
Muhammad Farhan (ANTARA News Sumsel/Kiki Wulandari/Erwin Matondang/18)

Menurut dia pulau kemarau tidak hanya pada cerita legenda Tan Bun An dan Siti Fatimah yang menarik. Nama pulau kemarau ini memang disebabkan tanahnya selalu kering meski hujan dengan intensitas tinggi.

"Ini contoh konservasi yang dilestarikan dimana stakeholder seperti pemerintah daerah, pemangku tridarma dan pengelolaan DAS Sungai juga mendukung sehingga pulau kemarau bagus," tukasnya.

Pewarta :
Editor: Erwin Matondang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar