Logo Header Antaranews Sumsel

44 titik panas terpantau di Musi Rawas

Kamis, 26 Juli 2018 10:29 WIB
Image Print
Asap membubung tinggi dari lahan yang terbakar di Pedamaran Induk, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Kamis (19/7). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan menurunkan satu helikopter MI-172, Helikopter Bolkow untuk melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan yang terbakar sejak empat hari yang lalu. (ANTARA News Sumsel/Nova Wahyudi/dol/18)

Musi Rawas (ANTARA News Sumsel) - Sedikitnya 44 titik panas (Hot Spot), terpantau oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan.

"Ada 44 titik panas yang terpantau melalui setelit di 14 kecamatan. Jumlah tersebut terhitung sejak Januari hingga sekarang," kata Kepala BPBD Musi Rawas Paisol di Muara Beliti, Kamis.

Menurut dia, kecamatan yang sering terpantau titik panas yakni di Kecamatan Muara Kelingi, Muara Lakitan, Muara Beliti dan Selangit.

"Hot spot adalah titik panas, jadi seperti cerobong pertamina di Jayaloka terpantau titik panas, begitu juga dengan seng juga terpantau sebagai titik panas jadi belum tentu hutan atau pembakaran lahan," ungkapnya.

Hingga saat ini sambung dia, pihaknya belum menemukan ada titik panas yang bersumber dari kebakaran lahan dan hutan.

"Kalau terpantau titik panas, maka kami bersama polisi dan TNI melakukan pengecekan," tutupnya.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026