Lovren tidak trauma dengan mimpi buruk saat bertemu Kane

id Dejan Lovren,Harry Kane,Tottenham,transfer pemain,Kroasia,pemain Kroasia,berita palembang,berita antara

Timnas Kroasia. (ANTARA News Sumsel/Reuters)

Moskow (Antara/Reuters) - Penampilan bak mimpi buruk pemain bertahan Kroasia Dejan Lovren di level klub ketika ia menghadapi Harry Kane dan Tottenham Oktober silam tidak relevan, ucapnya pada Selasa ketika ia mempersiapkan diri untuk kembali bertarung dengan sang penyerang Inggris pada semifinal Piala Dunia yang berlangsung pada Rabu.

Lovren menjadi batu karang bagi Kroasia di Piala Dunia, dan tidak ingin mengingat kenangan penampilannya untuk Liverpool saat melawan Tottenham, di mana ia digantikan pada menit ke-31 pada pertandingan di mana "Si Merah" kalah 1-4.

Lovren menjadi sosok yang bersalah untuk dua gol yang bersarang ke gawang Liverpool, di mana Kane menyumbang satu gol dan bertindak sebagai pengumpan pada gol lainnya sebelum kemudian mengunci trigolnya.

"Saya tidak tahu apa yang dapat dikatakan. Benar-benar tidak relevan untuk berbicara mengenai satu atau kekalahan lain saat melawan Tottenham," ucap Lovren ketika ia ditanyai mengenai pertandingan itu. "Mengapa Anda tidak menanyakan kepada saya mengenai penampilan-penampilan bagus saya bukannya malah terlalu banyak bicara?" "Saya menghormati Harry Kane... Ia merupakan salah satu penyerang terbaik di Liga Inggris," ucapnya. "Ia akan menjadi ancaman (Inggris) yang hebat untuk kami namun ia tidak sendirian. Ini akan menjadi tugas sulit bagi kami semua." Lovren mengatakan Kroasia tidak akan merasakan kelelahan apapun setelah harus memainkan perpanjangan waktu pada kedua pertandingan fase grup mereka, melawan Denmark dan Kroasia.

"Itu tidak sama jika Anda memainkan dua pertandingan (berdurasi) 90 menit, namun saya percaya kami memiliki waktu yang cukup untuk memulihkan diri, dan kami cukup profesional untuk mengtetahui apa yang diperlukan terkait pemulihan," tuturnya.

"Saya sangat bugar dan siap dan saya dapat mengatakan hal yang sama untuk rekan-rekan setim saya. Kami tahu apa yang dipertaruhkan, dan pada momen-momen ini Anda melupakan kelelahan apapun yang mungkin Anda rasakan karena ini merupakan kesempatan sekali seumur hidup."
Pewarta :
Editor: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar