Rp.1,27 triliun untuk program padat karya

id infrastruktur,pembangunan,berita palembang,berita sumsel,antara sumsel,anggran pemangunan,program padat karya

Arsip- Pembangunan Jembatan Musi VI . (ANTARA Sumsel/Nova Wahyudi/dol/17)

Tangerang (Antara) - Kementerian Perhubungan mengalokasikan Rp1,27 triliun untuk program padat karya di seluruh sektor, yaitu perhubungan udara, laut, darat dan keret api.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam peninjauan ke Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia di Curug, Tangerang, Sabtu mengatakan program tersebut akan menyerap total sebanyak 70.000 tenaga kerja.

"Ada satu program padat karya secara esensial satu ketulusan, keinginan kita karena banyak sekali saudara-saudara kita tidak mendapatkan kesempatan bekerja," kata Budi.

Dia mengatakan program padat karya merupakan arahan Presiden Joko Widodo sebagai pengganti program Bantuan Langsung Tunai (BLT).

"Bantuan Langsung Tunai secara cuma-cuma itu menurut Bapak Presiden tidak mendidik, artinya dengan memberikan pekerjaan, mereka juga mendapatkan penghasilan," katanya.

Budi menjelaskan program tersebut berlangsung selama enam bulan dengan upah per orang Rp120.000 per hari.

Program padat karya yaitu program yang mempekerjakan masyarakat di sekitar fasilitas transportasi, seperti bandara, stasiun, terminal dan pelabuan untuk melakukan pekerjaan umum seperti membersihkan saluran air, merapikan taman dan lainnya.

Budi berpesan kepada seluruh jajarannya untuk bersungguh-sungguh bekerja dengan fasilitas yang cukup karena banyak sekali orang yang tidak memiliki kesempatan bekerja dan menerima gaji setiap bulan.

"Tolong pikirkan secara melekat masuk ke dalam mestinya kita memberikan pengabdian yang lebih karena bekerja dengan fasilitas yang bagus yang mewah," katanya.

Salah satu sektor yang mendapatkan alokasi padat karya, yaitu Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

Program padat karya dilaksanakan di lingkungan kerja Ditjen Perhubungan Udara  di 153 Bandar Udara di seluruh Indonesia dan salah satunya diadakan di desa Curug di lingkungan Bandara Budiarto, Banten yang berada di bawah kendali Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Ditjen Perhubungan Udara.

Pekerjaan padat karya di lingkungan Ditjen Perhubungan Udara akan dilaksanakan bertahap  sepanjang tahun 2018 dengan jumlah tenaga kerja mencapai 11.982 pekerja dikalangan masyarakat pedesaan.

Untuk itu Ditjen Perhubungan Udara menyiapkan anggaran Rp300 miliar yang terdiri dari  upah pada pekerjaan sebesar Rp250 miliar dan belanja barang Rp50 miliar yang diambil dari anggaran kegiatan belanja modal APBN 2018.

Menurut Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso, program padat karya cash for work ini merupakan arahan Presiden Joko Widodo yang pro rakyat kalangan bawah dalam pendapatan, yang disampaikan pada berbagai kesempatan dan rapat terbatas bulan November 2017 lalu.

"Prinsip pelaksanaan padat karya adalah menciptakan lapangan kerja dengan penggunaan bahan baku dan tenaga kerja lokal, di mana upah dapat diberikan secara tunai setiap akhir minggu sehingga dapat meningkatkan daya beli masyarakat. Sasaran padat karya adalah masyarakat daerah setempat yang termasuk angkatan kerja produktif sesuai undang-undang ketenagakerjaan,¿ ujar Agus.

Menurut dia, secara spesifik sasaran padat karya ini adalah warga masyarakat sekitar yang menganggur, setengah menganggur, miskin dan menjadi tulang punggung keluarga.

"Upah yang diberikan per pekerja nantinya rata-rata sebesar Rp125.000 ribu per hari menyesuaikan UMR dari daerah setempat. Dengan demikian mereka mendapatkan penghasilan dan bisa membiayai kehidupan sehari-hari. Dan diharapkan hal tersebut juga bisa ikut menggerakkan perekonomian di daerah lingkungan mereka,¿ katanya.

Jenis-jenis pekerjaan yang bisa dipadatkaryakan adalah jenis pekerjaan yang bukan merupakan pekerjaan yang bersifat kompleks, sensitif, keahlian khusus, misalnya adalah penanaman atau pembabatan tanaman atau pohon, pengecatan, pemeliharaan bangunan yang sifatnya sederhana, pembuatan saluran air atau drainase dalam skala kecil, pembersihan ilalang atau semak belukar dan sebagainya.

Beberapa pekerjaan padat karya yang dilakukan di lingkungan Bandara Budiarto Curug di antaranya adalah penanaman pohon di area Pos I, pembersihan ilalang dan semak belukar di sekitar pagar sisi udara, perapihan pohon di sekitar area Pos 1 sampai dengan gedung kantor bandara.

Selain itu juga pengecatan kantin dan pengecatan pagar, renovasi gedung AAB, pembersihan lokasi serapan air di area gedung AAB, perbaikan gorong-gorong di sekitar jalan inspeksi, pengecatan dan perbaikan  gedung operasional sekuriti Pos 1, dan perbaikan dan pengecetan gedung PKP-PK serta pengairan dan saluran air sawah penduduk.
(T.J010/M. Dian A)
Pewarta :
Editor: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar