Logo Header Antaranews Sumsel

Muara Enim dorong percepatan pembangunan flyover Gunung Megang

Jumat, 24 Juli 2026 06:55 WIB
Image Print
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Muara Enim, Sumatera Selatan, Sumarni. ANTARA/HO/Diskominfo Muara Enim

Palembang (ANTARA) - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Muara Enim Sumarni mengatakan pemerintah kabupaten mendorong percepatan pembangunan flyover Gunung Megang II melalui pendanaan kolaborasi non-APBD.

Sumarni dalam keterangan tertulis yang diterima di Palembang, Kamis, mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur transportasi flyover atau jalan layang Gunung Megang II di perlintasan sebidang jalur kereta api terus dipercepat agar segera bisa manfaatkan oleh masyarakat.

Pembangunan proyek jalan layang sepanjang 250 meter itu akan dibangun melalui skema pembiayaan dari perusahaan yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Batubara Sumsel (APBS).

Oleh sebab itu, ia meminta seluruh perusahaan yang tergabung dalam APBS dapat segera menuntaskan skema pembiayaan pembangunan flyover pada JPL 106 Gunung Megang II agar dapat dibangun tahun ini.

Menurut dia, kejelasan skema pembiayaan dari pihak perusahaan sangat krusial agar pengerjaan flyover JPL 106 Gunung Megang II dapat segera dimulai di lapangan.

"Seluruh perusahaan yang terlibat harus menunjukkan komitmen yang nyata demi mempercepat proses realisasi proyek infrastruktur tersebut," katanya menegaskan.

Sumarni mengatakan hambatan pada pembangunan JPL 106 dapat mengganggu kelancaran arus lalu lintas masyarakat umum sekaligus menghambat aktivitas pengangkutan batubara melalui jalur kereta api.

"Kepastian pembangunan titik ini sangat penting mengingat proyek tersebut merupakan bagian terpadu dari rangkaian 5 flyover yang tengah dibangun di wilayah Muara Enim," ujar dia.

Rangkaian pembangunan infrastruktur yang sedang berjalan mencakup lima titik strategis, yaitu Flyover Simpang Belimbing (JPL 99), Flyover Gunung Megang 1 (JPL 104), Flyover Gunung Megang 2 (JPL 106), Flyover Ujan Mas (JPL 111), serta Flyover Sudirman Muara Enim (JPL 123).

Kendala pada satu titik pembangunan jembatan layang akan berdampak secara keseluruhan terhadap konektivitas dan efektivitas jalur logistik di daerah tersebut.

"Saya berharap para pihak yang akan mendanai, khususnya asosiasi perusahaan dapat segera mencapai kesepakatan terkait proporsi pembiayaan sehingga kegiatan konstruksi dapat segera dimulai," katanya.



Pewarta:
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026