"Mekar pribadi" gelar lokakarya menulis pantun Betawi

id pantun, pantun betawi, Mekar Pribadi, seni budaya, Heryus Saputro Samahudi, penyanyi legendaris, Titiek Puspa

Ilustrasi (ANTARA)

Jakarta (ANTARA Sumsel) - Yayasan Mekar Pribadi bersama Direktorat Kepercayaan dan Tradisi Kemendikbud menggelar menulis pantun Betawi yang diikuti oleh siswa-siswi di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin.

"Lokakarya ini dibuat untuk melestarikan nilai-nilai budaya Betawi sekaligus menanamkan semangat seni budaya pada generasi muda," kata Pimpinan Yayasan Mekar Pribadi, Oetari Noor Permadi.

Lokakarya tersebut menghadirkan pemerhati budaya Betawi Heryus Saputro Samahudi, penyanyi legendaris Titiek Puspa serta pelukis Goesnoeg.

Oetari mengatakan Heryus Saputri akan memandu peserta untuk membuat pantun Betawi, sementara Goesnoeg akan membimbing peserta membuat ilustrasi untuk pantun mereka, kemudian Titiek Puspa berbagi pengalaman bagaimana mengemas seni untuk generasi muda.

Selain membuat pantun, para peserta juga disuguhkan beberapa budaya Betawi seperti Tari Sirih Kuning dan Palang Pintu hingga Rebana Gedigdug berbalas pantng dan silat oleh sanggar RPTRA Ulujami pimpinan Abdul Azis Blenatek.

Pemerhati budaya Betawi Heryus Sapoutro mengatakan pantun merupakan bentuk puisi lama Indonesia, hampir disetiap suku dan wilayah di Indonesia mengenal pantun dengan sebutannya masing-masing.

"Ada yang menyebutnya gegurityan, ada yang menyebut parikan, dan banyak lagi, namun umumnya di wilayah budaya Melayu puisi ini disebut pantun," kata dia.
    
Dia mengatakan asal kata pantun adalah "panuntun" (bahasa Melayu) atau "tuntun" (bahasa Jawa Kuna) yang berarti mengatur dan menyusun, yakni mengatur dan menyusun kata-kata dengan aturan tertentu hingga enak didengar saat diucapkan.

Awalnya pantun memang merupakan bagian dari tradisi sastra lisan Nusantara yang dipaparkan dan ditumbukan secara turun-temurun, sebelum keudian diungkap secara tertulis dan tersurat.
     
Orang Betawi biasa menggunakan pantun pada acara Palang Pintu, sebelum pengantin laki-laki masuk ke rumah pengantin perempuan maka akan ada adu pantun.
Pewarta :
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar