
Penjualan payung d Palembag mulai meningkat

Palembang (ANTARA Sumsel) - Penjualan payung di Kota Palembang, Sumatera Selatan, memasuki awal musim hujan Oktober 2016 mulai mengalami peningkatan.
Sejumlah pedagang payung di pasar tradisional 16 Ilir Palembang, Minggu, mengatakan bahwa pada kondisi cuaca mulai sering hujan sekarang ini penjualan alat yang bisa melindungi diri dari air hujan, seperti payung dan jas hujan itu akhir-akhir ini relatif cukup tinggi.
Menurut Suherman, pedagang payung, mengatakan bahwa permintaan barang untuk melindungi diri dari air hujan sekarang ini mulai cukup banyak dan tren angkanya bergerak naik.
Setiap hari paling sedikit 25 payung bisa terjual, baik untuk anak-anak dengan variasi gambar tokoh kartun maupun untuk dewasa dengan aneka warna menarik.
Angka penjualan payung tersebut diprediksi akan terus meningkat yang biasanya pada setiap musim hujan tahun-tahun sebelumnya paling sedikit bisa menjual 70 buah payung per harinya.
Mengenai harga, dia mengatakan bahwa payung untuk anak-anak dijual berkisar Rp25 ribu hingga Rp50 ribu per buah, sedangkan payung ukuran besar atau untuk orang dewasa dijual dengan harga mulai Rp35 ribu hingga Rp140 ribu per buah.
Pedagang lainnya, Yayuk, mengatakan bahwa memasuki musim hujan ini selain payung permintaan jas hujan juga mengalami peningkatan sekitar 30 persen.
Penjualan jas hujan sekarang ini paling sedikit 40 buah setiap harinya, baik untuk anak-anak maupun orang dewasa, sedangkan payung sekarang ini rata-rata terjual 20 buah per harinya.
Harga payung untuk anak-anak dan dewasa dijual mulai Rp25 ribu hingga Rp140 ribu per buah, jas hujan anak-anak Rp45 ribu s.d. Rp110 ribu per buah, dan jas hujan untuk orang dewasa dijual mulai Rp55 ribu s.d. Rp200 ribu/buah, ujar pedagang payung dan jas hujan itu.
Semenetara Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Kenten BMKG Sumsel Indra Purna menjelaskan bahwa selama Oktober 2016 intensitas curah hujan di wilayah provinsi berpenduduk sekitar 8,6 juta jiwa itu mengalami peningkatan.
Berdasarkan pemantauan melalui satelit cuaca, sepanjang bulan ini kondisi cuaca di provinsi yang memiliki 17 kabupaten/kota itu secara umum mulai memasuki musim hujan dengan intensitas curahnya berkisar 301 hingga 400 milimeter meningkat dari bulan sebelumnya yang hanya mencapai 200 mm.
Menghadapi musim hujan sekarang ini, masyarakat yang biasa beraktivitas di luar ruangan dan mengendrai sepeda motor untuk menyiapkan patung, jas hujan atau perlengkapan lainnya yang dapat melindungi diri dari guyuran air hujan yang sewaktu-waktu bisa turun.
Selain itu, kata Indra, bagi masyarakat yang berada di daerah rawan bencana banjir dan tanah longsor diimbau agar meningkatkan kewaspadaan dari ancaman bencana tersbeut karena curah hujan di wilayah provinsi ini hingga beberapa bulan ke depan diprakirakan akan meninglat.
Pewarta: Yudi Abdullah
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2026
