
Sinar Mas aktifkan pusat pemantau titik api

...data `realtime` itu dapat diperoleh karena sistem menggunakan teknologi mutahir...
Palembang (ANTARASumsel) - Sinar Mas mengaktifkan pusat pemantau titik api di Jakarta untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di beberapa provinsi yang rawan mengalaminya.
GM Fire Management APP Sinar Mas Sujica Lusaka, Jumat, mengatakan, pengaktifan pusat pemantau titik api (situation room) sejak awal April ini bertujuan memudahkan semua sumber untuk saling berkoordinasi dan mengambil langkah paling efektif dalam pendeteksian dini kebakaran hutan dan lahan.
"Dengan pengaktifana situation room ini maka jika ada titik api di sekitar areal konsesi Hutan Tanam Industri (HTI) yang menjadi pemasok perusahaan maka akan muncul di layar pusat pemantau secara seketika atau `realtime`," kata dia.
Ia menjelaskan bahwa data `realtime` itu dapat diperoleh karena sistem menggunakan teknologi mutahir yakni mengambil data dari Geospasial Information System (GIS) yang dipadukan dengan data yang diambil secara langsung melalu pesawat udara yang dilengkapi alat canggih kamera geothermal.
"Perpaduan data ini diharapkan dapat meningkatkan akurasi dan kecepatan pendeteksian titik api, tidak seperti tahun sebelumnya yakni data hotspot diperoleh dari satelit sehingga ada waktu `delay` saat informasi pertama diterima hingga sampai ke petugas di lapangan," kata Sujica.
Ia menjelaskan, melalui teknologi baru ini maka sejak informasi awal ditangkap kamera geothermal maka hanya butuh waktu dua menit untuk terdistribusi ke pusat pemantauan di distrik perkebunan.
Untuk mendukung keakuratan data ini, pesawat Cessna yang membawa kamera geothermal itu akan terbang mengelilingi konsesi pemasok Asia Pulp And Paper di wilayah Sumatera selama 6 jam per hari dengan memakai peta skala prioritas fire danger rating system (FDRS).
Peta FDRS ini diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang dikombinasikan dengan data Automatic Weather System (AWS) yang ada tiap distrik perkebunan HTI.
Dalam peta ini akan diketahui tingkat kelembapan, arah angin, temperatur, tekanan udara sehingga situasi terkini di areal konsesi dan di luar konsesi dapat terpantau secara aktual.
"Dengan data akurat seperti itu maka ketika terjadi bencana maka tindakan yang diambil akan sangat efektif karena ketika rawan kebakaran maka FDRS secara otomatis menunjukan warna kuning. Tindakan selanjutnya maka situation room akan dioperasikan selama 24 jam," kata Sujica.
Direktur Sinar Mas Forestry Elim Sritaba mengatakan bahwa perusahaan telah menginvestasikan dana sekitar 5 juta dolar AS dari total 20 juta dolar yang direncanakan untuk membangun sistem pengendalian kebakaran mutahir ini.
"Meski sudah memiliki teknologi mutahir tapi tetap saja perusahan tidak dapat bekerja sendiri, tetap dibutuhkan peran masyarakat dan pemerintah untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan," kata dia.
Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
