Logo Header Antaranews Sumsel

Sinar Mas gelar apel siaga kebakaran lahan

Kamis, 24 Maret 2016 13:53 WIB
Image Print
Panglima TNI Gatot Nurmantyo (paling kanan) didampingi Board Member of Sinar Mas Franky O Widjaja, (dua dari kanan) dan Mendagri Tjahjo Kumolo menyaksikan sarana dan prasarana pencegahan karhutla pada apel siaga di Ogan Komering Ilir, Sumsel, Kamis (

Ogan Komering Ilir (ANTARA Sumsel) - Sinar Mas Grup menggelar apel siaga kebakaran hutan dan lahan di Kompleks Pabrik OKI Pulp And Paper di Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Kamis pagi.

Apel siaga api dan sekaligus peluncuran Program Desa Makmur Peduli Api bagi 500 desa ini turut dihadiri Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional Willeam Rampangilei, Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Bupati Ogan Komering Ilir Iskandar, dan Board Member of Sinar Mas Franky O Widjaja.

Apel ini juga diikuti oleh ratusan personel TNI, Polri, Manggala Agni, dan Regu Pemadam Kebakaran perusahaan.

Dalam apel ini juga ditampilkan sarana dan prasarana kebakaran seperti, tiga unit traktor, tiga unit mobil pemadam, tujuh unit mobil patroli hutan, dua unit tenda pos pantau, dan berbagai alat komunikasi.

Inspektur Upacara Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei dalam amanatnya mengatakan bila dicermati, kebakaran hutan dan lahan ini terjadi berkali-kali hingga 18 tahun yang menunjukkan seolah-olah Indonesia tidak mampu mencegah sehingga menjadi isu nasional yang berdimensi internasional.

Kebakaran ini sudah menggangu kehidupan sosial masyarakat, bahkan Bank Dunia mencatat telah menggerus pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 0,2 persen atau jika dikalkulasikan mencapai Rp221 triliun dan ini belum termasuk biaya pemadaman.

"Pencegahan harus dikedepankan dengan seefektif dan sedini mungkin. Semua pihak sudah sepakat dengan konsep berbasis masyarakat desa dan caranya tidak ada cara lain selain secara total seperti `total football`," kata dia.

Sementara itu, Direktur APP-Sinar Mas Suhendra Wiriadinata mengatakan apel siaga ini merupakan komitmen bersama untuk membangun sinergi antara pihak swasta, pemerintah pusat, pemerintah provinsi, BNPB dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan tahun ini.

"Sinergi ini sangat penting berdasarkan pengalaman menanggulangi kebakaran hutan dan lahan tahun lalu, karena pada dasarnya persoalan ini tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri, semua harus terlibat," kata dia.

Pada tahun ini, APP-Sinar Mas melakukan beberapa upaya serius untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan, salah satunya dengan memperkerjakan tenaga profesional TREK Wildland Services dari Canada dan Working on Fire dari Afrika Selatan.

Selain itu juga memutahirkan peralatan penganggulangan seperti pemanfaatan teknologi geothermal untuk deteksi dini kebakaran hutan dan lahan.

"Upaya yang dilakukan Sinar Mas ini merupakan bagian kecil dari upaya bersama untuk mencegah kebakaran,tanpa dukungan dan peran semua pihak maka niscaya upaya ini tidak akan optimal," kata dia.

Sumatera Selatan menarik perhatian pada saat peristiwa kahutla pada 2015 karena terdapat setidaknya 736.563 hektare lahan yang terbakar dan 74 persennya berada di dalam area konsesi perkebunan HTI.

Sementara itu Sumsel per 1 Maret 2016 sudah ditetapkan berstatus siaga darurat bencana asap.



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026