
BKSDA Kalbar perkuat kapasitas Manggala Agni hadapi ancaman karhutla

Singkawang (ANTARA) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat memperkuat kapasitas personel Manggala Agni dan petugas lapangan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diperkirakan meningkat seiring dampak perubahan iklim dan musim kemarau.
Kepala Balai KSDA Kalimantan Barat Murlan Dameria Pane di Sambas, Rabu, mengatakan penguatan kapasitas tersebut dilakukan melalui bimbingan teknis (bimtek) yang berlangsung pada 19-21 Juli 2026 di Temajuk, Kabupaten Sambas.
"Manggala Agni dan petugas lapangan merupakan garda terdepan dalam pencegahan dan pengendalian karhutla. Melalui bimbingan teknis ini kami ingin memastikan para personel tidak hanya memiliki ketahanan fisik yang prima, tetapi juga penguasaan teknis yang adaptif, pemanfaatan teknologi, serta koordinasi lintas instansi yang solid," katanya.
Menurut dia, peningkatan kapasitas personel menjadi langkah strategis mengingat kawasan konservasi di Kalimantan Barat memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi, namun juga rentan terhadap ancaman kebakaran, terutama di kawasan gambut dan wilayah yang sulit dijangkau.
Ia menjelaskan, perubahan iklim yang memicu musim kemarau lebih panjang berpotensi meningkatkan kemunculan titik panas (hotspot), sehingga dibutuhkan kemampuan deteksi dini dan respons cepat dalam pengendalian karhutla.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi yang memadukan teori dan praktik lapangan dengan komposisi 65 persen teori dan 35 persen praktik. Materi meliputi konsep dasar kebakaran hutan dan lahan, teknik operasional pemadaman, identifikasi wilayah rawan karhutla, hingga manajemen penanggulangan bencana berbasis kolaborasi antarinstansi.
Untuk memperkuat kompetensi peserta, BKSDA Kalbar melibatkan Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan, UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah Sambas, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sambas sebagai narasumber.
Murlan mengatakan personel juga dibekali pemanfaatan teknologi pendukung, seperti sistem informasi geografis (SIG), pemantauan menggunakan drone, serta aplikasi pelaporan digital untuk mempercepat deteksi dan penanganan kebakaran.
Selain itu, peserta diperkenalkan dengan penerapan Incident Command System (ICS) sebagai standar koordinasi penanganan karhutla, termasuk penguatan patroli terpadu dan pelibatan masyarakat dalam upaya pencegahan dini.
Menurut Murlan, peningkatan kompetensi Manggala Agni dan petugas lapangan diharapkan mampu memperkuat efektivitas pencegahan dan pengendalian karhutla sehingga kawasan konservasi dan keanekaragaman hayati di Kalimantan Barat dapat terlindungi secara optimal selama musim kemarau.
Pewarta: Narwati
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
