Logo Header Antaranews Sumsel

Tiga perusahaan tertarik investasi di KEK Tanjung Api-Api

Selasa, 15 Desember 2015 17:11 WIB
Image Print
Ilustrasi - Dermaga Tanjung Api Api kabupaten Banyuasin, Sumsel. (Foto Antarasumsel.com/Feny Selly)
....Jika dibandingkan Thailand dan Vietnam, justru Indonesia (Sumsel) yang akan lebih menguntungkan karena Pelabuhan Tanjung Api-Api ini sangat strategis yakni berada di tengah-tengah....

Palembang, (ANTARA Sumsel) - Sebanyak tiga perusahaan telah menyatakan ketertarikan untuk berinvestasi di Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Api-Api, Banyuasin, Sumatera Selatan.

Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Pemprov Sumsel Ruslan Bahri di Palembang, Selasa, mengatakan ketiga perusahaan itu yakni Dubai Port Authority Corporation, PT DEX dan PT Indorama.

"Ketiga perusahaan ini sudah melakukan beberapa pembicaraan dengan pemprov, dan sangat berharap bahwa KEK ini segera terealisasi, seperti PT DEX yang berencana membuat pabrik pengolahan minyak sawit, Indorama dengan olahan karet sintetiknya, serta Dubai Port sendiri yang berkeinginan menjadikan Pelabuhan TAA sebagai pelabuhan terbesar di kawasan Asia," kata Ruslan yang dijumpai seusai menghadiri pertemuan tahunan Bank Indonesia.

Ia mengatakan, khusus dengan Dubai Port, Pemprov Sumsel sedang mengintensifkan pembicaraan terkait rencana perusahaan operator pelabuhan internasional ini mempercepat pembangunan Pelabuhan Tanjung Api-Api.

"Dalam kunjungan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin ke Dubai beberapa waktu lalu, Dubai Port sangat serius sekali, malahan sudah turut menjadi marketing yakni menawarkan KEK ke pengusaha Timur Tengah," kata dia.

Saat ini KEK Tanjung Api-Api dalam proses penyediaan lahan sembari mereklamasi Tanjung Carat yang akan dijadikan dermaga samudera supaya bisa disandari kapal berkapasitas 7.000 DWT.

KEK TAA direncanakan mempunyai luas 4.045,00 hektare terdiri dari reklamasi Tanjung Carat 2.015,00 hektare dan darat 2.030 hektare yang akan dikembangkan menjadi kawasan industri meliputi batu bara gas, pembangkit listrik, batu bara cair, pabrik pupuk, pabrik semen, pabrik ban, cpo, kilang minyak dan industri hilir petrokimia.

"Jika dibandingkan Thailand dan Vietnam, justru Indonesia (Sumsel) yang akan lebih menguntungkan karena Pelabuhan Tanjung Api-Api ini sangat strategis yakni berada di tengah-tengah, sehingga mudah menuju ke Eropa atau ke negara Asia lainnya. Nantinya, Singapura akan menjadi `outlet` saja," tuturnya.

Sumatera Selatan dikenal sebagai provinsi yang kaya sumber daya alam yakni perkebunan sawit dan karet serta mineral batu bara.

Namun, keberadaan SDA itu tidak meningkatkan perekonomian Sumsel secara signifikan karena produk harus diangkut ke pelabuhan di Lampung dan Jakarta sebelum dikirim ke Luar Negeri karena Pelabuhan Boom Baru di Palembang tidak bisa dilalui kapal berukuran besar.

Pemerintah daerah memprediksi dibutuhkan dana hingga Rp104 triliun untuk merealisasikan pembangunan pelabuhan, jalan tol, monorel, hingga kawasan industri di KEK TAA.

Penetapan presiden tentang kawasan ekonomi khusus Tanjung Api-api telah tertuang dalam Peraturan Pemerintah No. 51 Tahun 2014 yang ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 30 Juni 2014.

Perpres ini kemudian menjadi dasar bagi Provinsi Sumatera Selatan untuk mendorong proyek ini apalagi sudah masuk delapan KEK yang ditargetkan selesai oleh pemerintahan Joko Widodo.



Pewarta:
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2026