Logo Header Antaranews Sumsel

Pemkab bangun Rumah Sakit Pratama

Jumat, 4 Desember 2015 15:10 WIB
Image Print
Pemerintah Kabupaten Muara Enim (Antarasumsel.com/Grafis/den)

Muaraenim (ANTARA Sumsel) - Pemerintah Kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan tengah membangun rumah sakit pratama tipe D di Desa Aur, Kecamatan Lubai Ulu untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muaraenim, Yan Riyadi saat dikonfirmasi di Muaraenim, Jumat mengatakan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pratama tipe D ini merupakan program dari Kementerian Kesehatan.

Menurut dia, dengan dibangunnya rumah sakit ini diharapkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat bisa lebih dekat dan cepat.

Namun, kata dia, untuk standar rumah sakit tipe D harus didukung dengan infrastuktur sarana dan prasana yang menunjang.

Untuk saat ini baru bertahap pada pembangunan fisik rumah sakit dulu yang ditargetkan tahun 2016 sudah selesai.

Selanjutnya untuk melengkapi infrastuktur, pengadaan mebel juga dilakukan secara bertahap.

Ia memastikan, di rumah sakit tipe D itu nantinya pelayanan akan lebih banyak mulai dari pelayanan medik, kefarmasian, layanan keperawatan, kebidanan, penunjang klinik, nonklinik dan rawat inap.

Selain itu, untuk tenaga medis di rumah sakit, akan ditempatkan lima orang dokter umum, perawat dan lainnya juga akan segera direkrut setelah selesai pembangunan fisik rumah sakit, katanya.

Sementara, Kepala Desa Sumber Asri Kecamatan Lubai, Wahyudi Harso mengatakan pembangunan rumah sakit di Kecamatan Lubai Ulu ini sangat tepat karena jarak dan waktu menuju ke Rumah Sakit Robain di Kota Muaraenim butuh waktu hingga 3,5 jam perjalanan dengan mobil dari kecamatan tersebut.

Menurut dia, selama ini warga di desanya jika sakit dan harus dirawat terpaksa merujuk ke Rumah Sakit dr Ibnu Sutowo Baturaja di Kabupaten Ogan Komering Ulu atau ke Rumah Sakit di Kota Prabumulih.

Hal senada juga dikemukakan Sukiman (57) warga Desa Aur bahwa dengan adanya RSUD tipe D di desanya sangat membantu pelayanan kesehatan bagi warga.

Pensiunan karyawan TVRI ini berharap, RSUD itu juga dilengkapi dengan fasilitas ruang rawat inap sehingga warga yang terkena penyakit ringan bisa dirawat di rumah sakit tipe D serta tidak perlu dibawa ke rumah sakit kabupaten.

Hal yang lebih penting lagi, RSUD ini juga harus dilengkapi dengan pelayanan dokter spesialis anak, kebidanan, bedah, dan spesialis penyakit dalam, termasuk layanan Unit Gawat Garurat (UGD) buka 24 jam, katanya.



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026