Logo Header Antaranews Sumsel

Sumsel kekurangan pasokan energi listrik 143 MW

Kamis, 1 Oktober 2015 11:45 WIB
Image Print
Gedung PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu di jl. Kapt A Rivai Palembang (Foto Antarasumsel.com/M. Deden Baihaqi/15)
....Sumsel sendiri mengalami defisit sebesar 143 MW dan ini terjadi saat beban puncak (malam) dari total kebutuhan 750 MW, sementara di saat siang hari mengalami defisit sebesar 70 MW....

Palembang, (ANTARA Sumsel) - Sumatera Selatan kekurangan pasokan energi listrik sebesar 143 Megawatt akibat tidak beroperasi secara penuh sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Air di Sumatera Barat karena surutnya permukaan air.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat PT PLN Wilayah Sumatera Selatan, Jambi dan Bengkulu Lilik Poernomo di Palembang, Rabu, mengatakan, debit air mengalami penurunan seiring dengan musim kemarau sehingga Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Singkarak dan di Besai (Lampung) hanya beroperasi beberapa jam saja dalam satu hari.

"Sumsel sendiri mengalami defisit sebesar 143 MW dan ini terjadi saat beban puncak (malam) dari total kebutuhan 750 MW, sementara di saat siang hari mengalami defisit sebesar 70 MW," kata dia.

Ia menerangkan, Sumatera Bagian Selatan (Sumsel, Jambi dan Bengkulu) dan Lampung terhubung dalam sistem interkoneksi dengan beban puncak 1.655 MW.

Namun, karena sistem pembangkitan mengalami gangguan sehingga pasokan energi yang tersisa yakni 1.547 MW.

Lantaran itu, setiap provinsi di Sumatera yang terhubung dalam sistem interkoneksi 150 KV ini melakukan pemutusan aliran listrik secara bergilir agar konsumen tetap terlayani.

Menurut Lilik, Sumsel mulai melakukan pemadaman bergilir ini sejak dua pekan terakhir, sementara Lampung dan provinsi lainnya justru lebih awal.

"Sumsel malah lebih baik karena defisit hanya 143 MW, sementara di Lampung mencapai 180 MW dan sudah melakukan pemadaman bergilir sejak sebulan lalu," kata dia.

Terkait dengan pembagian kuota di masing-masing provinsi tersebut, Lilik mengatakan disesuaikan kemampuan daerah dalam pembangkitan listrik.

"Seperti diketahui Sumsel ini sebenarnya surplus energi listrik sebesar 100 MW, dan ini dibagikan ke provinsi lain. Pembagian ini cukup propesional, sehingga Sumsel hanya defisit 143 MW," ujar dia.

Ia menambahkan, untuk mengatasi defisit energi listrik ini, PT PLN mendorong mempercepat perbaikan sejumlah pembangkit, termasuk pengoperasian satu pembangkit baru yakni PLTU Banjar Sari di Lahat berkapasitas 2x115 MW.

Adapun pembangkit yang akan diperbaiki itu di antaranya, PLTG Borang berkapasitas 1x30 MW yang mengalami kerusakan filter, PLTG Gunung Megang 2x48 MW yang mengalami penurunan performa, dan PLTU dan PLTG Keramasan 2x15 MW, PLTG Bukit Asam 2x45 MW.

"Semua didorong paling lambat Oktober ini sudah beroperasi penuh sehingga Sumsel akan dapat pasokan energi baru sebesar 428 MW," kata dia.

Sementara, pemadaman aliran listrik di Kota Palembang meresahkan warga karena terjadi hanya berselang satu hari sejak sepekan terakhir.

Keadaan ini membuat Pemprov Sumsel memanggil jajaran PT PLN WS2JB di Palembang, Rabu.



Pewarta:
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2026