Logo Header Antaranews Sumsel

BUMD Palembang raup laba Rp1 miliar

Kamis, 20 Agustus 2015 11:47 WIB
Image Print
Pemerintah Kota Palembang (Antarasumsel.com/Grafis/Aw)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Badan Usaha Milik Daerah Pemerintah Kota Palembang PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya meraup laba Rp1 miliar pada tahun ini setelah dilakukan perbaikan internal dalam perusahaan, kata Direktur Utama PT SP2J Marwan Hasmen.

"Pada 2014 lalu, PT SP2J mengalami kerugian, namun tahun ini sudah mulai ada untung," kata Marwan di Palembang, Kamis.

Ia mengemukakan, perputaran uang di perusahaan mulai membaik setelah mendapatkan suntikan dana dari pemkot Palembang sebesar Rp20 miliar yang dikucurkan secara bertahap.

"Dana subsidi tersebut dipergunakan untuk operasional Transmusi. Sebanyak 115 bus dari 120 bus sudah beroperasional normal," kata dia.

Ia menambahkan, PT SP2J juga mengajukan ke pemerintah pusat untuk penambahan bus dengan target sebanyak 200 bus hingga 2017.

"Masa trayek bus kota yang beroperasi di Kota Palembang sebagian besar akan habis pada pada 2017 sehingga akan diajukan pengadaan bus lagi untuk Transmusi," kata dia.

Dengan penambahan armada ini, Marwan optimitis kinerja PT SP2J yang mengelola angkutan massal Transmusi akan semakin membaik pada tahun mendatang.

"Selain mengurus Transmusi, PT SP2J juga akan mempercepat pengoperasian PLTG Sematang Boran, perluasan jaringan gas kota," kata dia.

Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah M Zulfan di Palembang mengatakan pemberian subsidi yang menjadi penyertaan modal pemerintah kota di PT SP2J bertujuan menyelamatkan perusahaan tersebut dari kerugian.

Tak hanya memberikan subisi, pemkot juga akan mendorong pengoperasian PLTMG Sematang Borang untuk membuat perusahaan ini mencetak laba.

Pemerintah kota berharap proses ini berlangsung cepat mengingat penyertaan modal ke PT SP2J sejak berdiri hingga kini sudah mencapai sekira Rp200 miliar.

"Jika sudah beroperasi maka baru hitung-hitungannya jelas, karena dari usaha Transmusi bisa dikatakan sulit untuk meraup untung karena sifatnya pelayanan. Bagaimana bisa untung, harga tiket seharusnya Rp12 ribu per orang tapi dijual hanya Rp3.500 per orang," kata dia.



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026