
Harga minyak turun diperdagangan Asia
Kamis, 6 Agustus 2015 16:26 WIB

Singapura, (ANTARA Sumsel) - Harga minyak turun di perdagangan Asia pada Kamis, setelah laporan energi AS bervariasi menunjukkan penurunan dalam persediaan minyak mentah tetapi produksinya meningkat yang bisa memperburuk kelebihan pasokan global.
Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September turun 21 sen
menjadi 44,94 dolar AS per barel, sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman September melemah tujuh sen menjadi 49,52 dolar AS per barel di perdagangan sore.
Departemen Energi AS (DoE) pada Rabu mengatakan persediaan minyak mentah di konsumen utama dunia itu turun 4,4 juta barel dalam pekan yang berakhir 31 Juli, menunjukkan permintaan yang kuat.
Tetapi juga menunjukkan produksi AS naik 52.000 barel per hari menjadi 9,5 juta barel per hari, berbalik naik (rebound) dari kemerosotan minggu sebelumnya.
"Harga minyak mentah terus tetap lemah dengan fokus pada kelebihan pasokan," kata Sanjeev Gupta, kepala praktek minyak dan gas Asia-Pasifik di perusahaan konsultan bisnis EY.
Para pedaganga telah berharap pelambatan dalam produksi AS, dan meningkatnya permintaan selama musim mengemudi musim panas, bisa mengurangi kelebihan pasokan global yang sangat besar, yang merupakan alasan utama jatuhnya harga dari sekitar 120 dolar AS pada Juni tahun lalu.
Gupta mengatakan laporan ketenagakerjaan AS untuk Juli pada Jumat "akan berdampak jauh terhadap harga minyak mentah".
Pedagang ingin melihat apakah perkiraan laporan "bullish" akan mengangkat dolar dan kemudian memicu Federal Reserve untuk menaikkan suku bunganya lebih cepat.
Sebuah greenback yang kuat akan meredam pembelian minyak mentah di luar AS karena minyak yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih mahal. (Penterjemah: Uu.SYS/B/A. Suhendar)
Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
