
Harga Minyak dunia turun di Asia
Senin, 13 Juli 2015 16:35 WIB

Singapura, (ANTARA/AFP) - Harga minyak dunia turun di Asia, Senin, karena Iran dan kekuatan Barat mengatakan mereka lebih mendekati untuk mencapai kesepakatan nuklir yang akan mencabut sanksi-sanksi dan melihat ekspor minyak mentah Iran kembali ke pasar global.
Sebuah perkiraan oleh Badan Energi Internasional (IEA) untuk permintaan minyak dunia yang lebih lambat pada tahun depan dan merosotnya data perdagangan Tiongkok juga menekan sentimen pasar, kata para analis.
Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus, turun 1,29 dolar AS menjadi 51,45 dolar AS per barel, dan minyak mentah Brent untuk Agustus jatuh 1,64 dolar AS menjadi 57,09 dolar AS per barel di perdagangan sore.
"Kami telah melalui perjalanan panjang. Kita perlu untuk mencapai puncak dan kami sudah sangat dekat," Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan di Teheran, Minggu, mengenai perundingan nuklir yang sedang berlangsung.
"Saya berharap kita pada akhirnya memasuki tahap akhir negosiasi maraton ini. Saya percaya itu," kata Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius, yang membatalkan perjalanannya ke Afrika untuk tetap bisa mengikuti pembicaraan di Wina.
Kesepakatan untuk mengekang apa yang dicurigai Barat sebagai upaya Iran untuk membangun bom atom, akan mengakibatkan pencabutan hukuman sanksi ekonomi, memungkinkan negara itu untuk melanjutkan ekspor minyaknya.
Namun demikian, lebih banyak minyak Iran akan menambah membanjirnya pasokan, yang telah menekan harga.
"Laporan pagi ini telah menyatakan bahwa sebuah perjanjian komprehensif 'dalam-prinsip' telah dicapai atas isu-isu utama, dengan hanya pertimbangan teknis yang belum terselesaikan," kata Nicholas Teo, analis pasar CMC Markets di Singapura.
"Ini mungkin sekali lagi menggerakkan jarum untuk minyak mentah," katanya dalam sebuah komentar pasar.
IEA memperkirakan bahwa permintaan minyak global akan tumbuh 1,2 juta barel per hari pada tahun depan, lebih lambat dari 1,4 juta yang diproyeksikan tahun ini.
Namun, produksi global tumbuh sebesar 550.000 barel per hari pada Juni saja menjadi 96,6 juta barel, IEA menambahkan.
Ini adalah kenaikan rata-rata sebesar 3,1 juta barel dari setahun lalu, didorong oleh peningkatan produksi dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC).
Produksi OPEC naik pada Juni ke tingkat tertinggi tiga tahun sebesar 31,7 juta barel, kata IEA.
Total perdagangan Tiongkok merosot pada semester pertama tahun ini, data resmi menunjukkan Senin, jatuh jauh dari target pemerintah.
Investor juga mengamati angka produk domestik bruto kuartal kedua yang akan dirilis pada Rabu di Tiongkok, ekonomi terbesar kedua di dunia dan negara konsumen energi terbesar.
(Penterjemah: Uu.SYS/A/A. Suhendar)
Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
